in ,

Merebaknya Isu Corona, Siswa Diminta Belajar di Rumah Manfaatkan Aplikasi Online

SEMARANG (jatengtoday.com) – Merebaknya isu penyebaran virus corona atau covid-19 membuat kepanikan besar di seluruh dunia. Indonesia yang sebelumnya “tenang-tenang saja”, belakangan turut larut dalam kepanikan akibat isu virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019 lalu.

Pemerintah mengambil kebijakan bahwa aktivitas yang melibatkan massa terpaksa dihentikan sementara atau ditunda. Hal itu membuat agenda sejumlah kegiatan yang melibatkan massa terganggu. Baik untuk kegiatan kesenian, budaya, musik, hingga sekolah diliburkan sementara.

Di Kota Semarang, terdapat 327 SD Negeri dan 44 SMP Negeri di Kota Semarang, di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Semarang, resmi diliburkan selama dua pekan mulai Senin (16/3/2020). Jumlah tersebut masih ditambah sekolah Taman Kanak-kanak (TK). Termasuk SMA/SMK di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, selama diliburkan dua pekan, pihaknya memerintahkan setiap guru di sekolah memberikan tugas kepada para siswa untuk belajar di rumah. Selama belajar di rumah, pihaknya mengimbau untuk bisa memanfaatkan aplikasi belajar online milik Kementrian Pendidikan atau atau aplikasi belajar online ruangguru.

“Para siswa bisa memanfaatkan aplikasi untuk belajar secara online. Prinsipnya bagaimana memberikan kesehatan kepada siswa siswi. Di rumah ya tidak usah ‘keluar-keluar’, sehingga kesehatannya bisa lebih baik dan meningkat,” ujarnya, Minggu (15/3/2020).

Sedangkan untuk guru, lanjut Gunawan, tetap masuk ke sekolah seperti biasa sesuai jam kerja. “Guru bersama tenaga pendidikan melakukan pembersihan di sekolah. Termasuk meja, kursi, pintu, jendela, dan semua peralatan pembelajaran di sekitar lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Mengenai keputusan meliburkan sekolah selama dua minggu tersebut, Pemkot Semarang sendiri memiliki alasan. “Kan semua berjenjang, semua wilayah memiliki keputusan masing-masing. Sudah ada surat edaran dari presiden, surat edaran Menteri Pendidikan, edaran gubernur, edaran Wali Kota Semarang, termasuk Kadisdik juga menerbitkan surat edaran. Tapi dasarnya regulasi di atasnya,” katanya.

Menurut dia, peliburan sekolah selama dua minggu tersebut dinilai tidak mengganggu agenda proses kegiatan belajar mengajar yang telah dijadwalkan. “Memang, untuk SMA mendekati persiapan UN yang sesuai jadwal dilaksanakan bulan Maret 2020 ini. Untuk tingkat TK, SD dan SMP, pelaksanaan UN pada April mendatang,” katanya.

Kebijakan tersebut tidak hanya berlaku untuk sekolah negeri saja, namun juga berlaku untuk semua sekolah swasta di Kota Semarang. Pihak sekolah juga diminta menyediakan sarana cuci tangan dengan dilengkapi sabun atau antiseptik di lingkungan sekolah. “Setiap sarana prasarana harus dibersihkan, mulai dari meja, kursi, papan tulis, pintu, hingga jendela,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, mengatakan berkaitan dengan penyebaran Covid-19 yang semakin masif, guna mengurangi kontak dalam aktivitas melalui kerumunan massa, memberikan pengumuman bahwa Semarang Night Carnival (SNC) 2020 “Kemilau Nusantara” yang dijadwalkan pada 30 Maret 2020, ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Sesuai arahan pimpinan, SNC ditunda pelaksanaannya. Kami akan mengumumkan lebih lanjut. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan terhindar dari marabahaya,” ungkapnya. (*)

editor : tri wuryono

Abdul Mughis