in

1.938 Badan Usaha di Soloraya Belum Setor Data Calon Penerima Subsidi Upah

SOLO (jatengtoday.com) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Surakarta mengimbau badan usaha segera melaporkan rekening pekerja, khususnya yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta/bulan, agar bisa diikutkan dalam program Bantuan Subsidi Upah. Masih ada 1.938 badan usaha yang belum menyetor data calon penerima bansos tersebut.
“Untuk waktu pengumpulan nomor rekening diperpanjang hingga 30 Agustus 2020,” kata Pejabat Pengganti Sementara Kepala Kantor Cabang BP Jamsostek Surakarta Bambang Margono, Rabu (26/8/2020).
Ia mengatakan sejauh ini dari 6.936 badan usaha yang terdaftar sebagai peserta di Soloraya, 4.998 di antaranya sudah melaporkan nomor rekening. Artinya masih ada 1.938 badan usaha yang belum menyetorkan.
Untuk proses penyerahan Bantuan Subsidi Upah (BSU) oleh pemerintah kepada pekerja peserta BP Jamsostek sendiri terus berjalan. Tepatnya pada Senin (24/8) bertempat di Kantor Menteri Ketenagakerjaan RI, BP Jamsostek telah memberikan data calon penerima BSU untuk gelombang pertama sebanyak 2,5 juta pekerja.
Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto mengatakan penyerahan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesepakatan dengan Kementerian Tenaga Kerja.
Dari target calon penerima BSU sebanyak 15,7 juta orang, saat ini sudah terkumpul sebanyak 13,7 juta nomor rekening.
Ia mengatakan BP Jamsostek sudah melakukan validasi berlapis hingga tiga tahap sehingga jumlah data yang tervalidasi mencapai 10 juta.
Hingga saat ini masih terdapat sekitar dua juta pekerja yang nomor rekeningnya belum diterima oleh BP Jamsostek.
Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Surakarta Ariani Indriastuti berharap, seluruh pekerja yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta/bulan bisa memperoleh bantuan sosial tersebut.
Dikatakan untuk pendataan nomor rekening pekerja dilakukan langsung antara pihak HRD perusahaan dengan BP Jamsostek.
“Dalam hal ini kami hanya melakukan pendampingan jika ada kendala-kendala di lapangan. Seperti misalnya mereka datang untuk melakukan konsultasi ya kami bantu, termasuk ternyata banyak yang tidak tahu kalau untuk penyalurannya melalui bank Himbara, kadang ini pekerja belum paham,” katanya. (ant)
editor : tri wuryono