in

Warga Adukan Terbengkalainya Program PTSL di Gempolsewu Kendal

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sejumlah warga mengadukan dugaan terbengkalainya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Dukuh Lomansari, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.

Aduan tersebut disampaikan 8 warga saat mengunjungi kantor Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Unisbank Semarang.

Salah satu perwakilan warga, Mualim menyebut proses pengurusan PTSL di Dukuh Lomansari penuh kejanggalan. Bahkan, katanya, ada sekitar 177 pendaftar PTSL yang hingga kini belum tuntas.

“Kami masih berharap 177 pendaftar PTSL diselesaikan. Ini kan sudah lama sejak September 2019, masa sampai sekarang belum selesai,” jelasnya, Rabu (12/8/2020).

Menurut Mualim, selama ini warga ditariki sejumlah uang. Besarannya bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp975 ribu. Yang sudah terlanjur bayar uangnya dikembalikan dan disisakan Rp450 ribu.

Warsito, warga RT 01/16 di dukuh tersebut mengaku sempat ditarik Rp975 ribu. Namun ketika banyak warga yang protes uangnya dikembalikan Rp525 ribu.

“Kami pengen memperjelas, ini ada dugaan pungli atau tidak. Jika ada mohon penegak hukum melakukan tindakan,” harapnya.

Menanggapi pengaduan tersebut, Ketua BKBH FH Unisbank, Sukarman menegaskan bakal segera melakukan identifikasi data terlebih dahulu. Dalam waktu dekat ia akan membuat surat kuasa untuk melakukan pendampingan hukum.

“Jika memang ada pungli, kita akan laporan ke Presiden supaya tahu. Tidak kalah penting adalah memastikan penyebab 177 pendaftar PTSL kok belum jadi padahal sudah satu tahun,” pungkas Sukarman. (*)

 

editor: ricky fitriyanto 

 

Baihaqi Annizar