in

Wakil Ketua DPRD Jateng Hadiri Peluncuran Gerakan Jateng ASRI di Pantai Jodo Batang

BATANG (jatengtoday.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, turut menghadiri peluncuran Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Resik & Indah) yang dilaksanakan di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah.

Peluncuran Gerakan Jateng ASRI ini diawali dengan aksi bersih-bersih sampah di kawasan pantai yang melibatkan lebih dari 1.000 orang, terdiri dari unsur TNI, Polri, perguruan tinggi, badan usaha, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, relawan, mahasiswa, serta masyarakat umum. Bersama-sama, mereka memungut dan memilah sampah yang mencemari kawasan pesisir, seraya memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Saleh mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan Gerakan Jateng ASRI sebagai upaya berkelanjutan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah adalah tantangan serius yang membutuhkan kolaborasi dari semua pihak.

“Gerakan ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Mohammad Saleh setelah kegiatan bersih-bersih selesai.

Saleh juga menyampaikan bahwa Gerakan Jateng ASRI sangat relevan dengan kondisi pengelolaan sampah di Jawa Tengah. Berdasarkan data, produksi sampah di Jawa Tengah mencapai hampir 6,36 juta ton per tahun, dengan sekitar 60 persen dari jumlah tersebut dapat diproses, sementara sisanya masih belum tertangani secara optimal.

“Kondisi ini membutuhkan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, mulai dari pengurangan, pemilahan, hingga pengolahan di tingkat rumah tangga,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Jateng tersebut juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Selain itu, edukasi dan pembiasaan hidup bersih harus terus digalakkan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Saleh berharap Gerakan Jateng ASRI dapat menginspirasi gerakan serupa di berbagai daerah di Jawa Tengah, sehingga kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan semakin meningkat.

“Lingkungan yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Jawa Tengah agar tetap aman, sehat, resik, dan indah,” tutup Saleh. (*)