in

Waduh, Kesalahan Data Kemiskinan di Jateng sampai 40 Persen

SEMARANG (jatengtoday.com) – Data kemiskinan di Jateng sempat mengalami error. Tidak tanggung-tanggung, kesalahan data mencapai 40 persen. Kondisi serupa juga sempat terjadi di Jatim. Angkanya hampir sama, yakni 30-40 persen.

Hal tersebut diakui Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini pun menekankan agar pemkab/pemkot terus melakukan pembaruan data. Sebab, data kemiskinan yang valid sangat dibutuhkan untuk intervensi pemerintah dalam memangkas angka kemiskinan.

Perbaikan dilakukan salah satunya melalui program pendampingan satu OPD satu desa. Dicontohkan, seperti di Banjarnegara dan Wonosobo, pendampingan OPD mampu memerbaiki data miskin hingga 50 persen.

“Awalnya di data ada 400 KK miskin. Setelah didampingi dan di-update datanya, bisa menjadi 130an. Hampir 50 persen datanya bisa kita turunkan,” jelasnya, Sabtu (4/1/2020).

Pembaruan data ini dilakukan sesuai penekanan Gubernur. Taj Yasin meminta kabupaten/kota terus melakukan pendampingan perbaikan data.

“Sehingga data valid dapat diubah di kementerian. Kami di Provinsi juga terus melakukan pendampingan. Karena perubahan data basisnya ada di kabupaten/kota,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Yasin menuturkan, penurunan kemiskinan menunjukkan tren positif dari tahun 2015 ke tahun 2019. Di tahun 2019, kemiskinan di Jateng berada pada angka 10,80.

“Tahun 2020 akan kami turunkan hingga pada 9,8. Perhatian pemerintah terus berikan hingga tingkat desa dengan pendampingan OPD tadi,” ujarnya.

Untuk percepatan penanggulangan kemiskinan, OPD tidak hanya mendampingi desa di 14 kabupaten zona merah kemiskinan. Namun di kabupaten/kota secara keseluruhan.

“Sudah kami kumpulkan juga wakil bupati/wali kota untuk berkoordinasi mengenai hal ini. Kami bagikan pula buku panduan mengenai pendampingan satu OPD satu desa agar diterapkan juga di tingkat kabupaten/kota,” tandasnya. (*)

editor : tri wuryono

Ajie MH.