in

Tenaga Non ASN Pemkot Semarang Terancam PHK Massal

Kabar penerimaan CPNS menggembirakan sebagian pihak, tapi di sisi lain sekaligus menjadi kabar menyedihkan bagi tenaga Non ASN di Pemkot Semarang.

Ilustrasi. Putus Kontrak. (dokumentasi jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang lolos seleksi beberapa waktu lalu, dipastikan mulai ditugaskan pada 2022 ini.

Tentu, ini menjadi kabar menggembirakan bagi sebagian pihak terutama bagi yang diterima dalam seleksi penerimaan CPNS tersebut. Tetapi di sisi lain, ini sekaligus menjadi kabar menyedihkan bagi sebagian tenaga Non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau tenaga kontrak.

Bagaimana tidak, dengan adanya penerimaan CPNS baru tersebut, secara otomatis akan terjadi pengurangan tenaga Non ASN yang selama ini bertugas di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemkot Semarang.

Artinya, bakal ada pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pemutusan kontrak bagi Non ASN secara massal, dengan bertahap. Meski belum diketahui jumlah Non ASN yang bakal terkena pemutusan kontrak secara pasti. Namun diperkirakan, jumlahnya mencapai ribuan Non ASN di Pemkot Semarang yang bakal terkena dampak.

Berdasarkan informasi yang diperoleh jatengtoday.com, pemutusan kontrak Non ASN di jajaran Pemkot Semarang tersebut akan diberlakukan mulai Maret 2022 mendatang. Hal itu diperkuat dengan beredarnya Surat Keputusan (SK) Wali Kota Semarang bernomor B/6373/800/XII/2021 tentang Evaluasi Penggunaan Pegawai Kontrak tertanggal 30 Desember 2021.

Pegawai kontrak yang akan dirasionalisasi atau dikurangi dapat diperpanjang kontraknya paling lama sampai dengan tanggal 31 Maret 2022 untuk memberikan kesempatan mencari lapangan pekerjaan baru. Ditargetkan hingga 2023 mendatang tidak ada lagi pegawai Non ASN.

SK Wali Kota Semarang tersebut di antaranya menyebutkan dalam rangka evaluasi penggunaan pegawai kontrak, efisiensi anggaran, dan dengan adanya tambahan alokasi CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan masuk kerja di tahun 2022.

Berikut ini garis besar isi SK Wali Kota Semarang terkait Evaluasi Penggunaan Pegawai Kontrak:

Surat Keputusan (SK) Wali Kota Semarang bernomor B/6373/800/XII/2021 tentang Evaluasi Penggunaan Pegawai Kontrak tertanggal 30 Desember 2021.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang, Bambang Pramusinto membenarkan adanya SK Wali Kota Semarang terkait evaluasi penggunaan pegawai kontrak tersebut.

“Nanti di tahun ini kan dapat dropping ASN baru. Itu nanti kalau ASN sudah memiliki kompetensi yang sudah ada, otomatis menggantikan Non ASN yang sekarang ini bertugas di setiap OPD,” katanya, Rabu (5/1/2022).

Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang Masdiana Safitri saat dikonfirmasi mengaku belum bisa menyebut jumlah Non ASN di Pemkot Semarang yang akan dilakukan pengurangan.

“Kami memang ada penerimaan CPNS maupun PPPK. Tentunya, untuk Non ASN ini perintah dari pusat memang tidak selamanya ada penambahan-penambahan. Nanti ada pengurangan-pengurangan sesuai dengan kebutuhan yang ada,” katanya.

Pada 2020 lalu, BKPP Kota Semarang mencatat kekurangan ASN di Kota Semarang. Jumlah ASN di Pemkot Semarang ada 10.139 orang. Jumlah tersebut terus berkurang karena setiap tahun kurang lebih ada 600 PNS pensiun. Sedangkan kekurangan PNS tersebut diisi dengan perekrutan tenaga Non ASN.

Bahkan jumlah tenaga Non ASN di Kota Semarang mencapai kurang lebih 9000-an orang, mendekati jumlah ASN yang 10.139 orang. Baru, pada 2021-2022 ini ada lagi prekrutan CPNS di Kota Semarang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *