in

Tegas! Klub Liga 3 Jateng Langsung Didiskualifikasi jika Suporter Bikin Rusuh

Regulasi kompetisi Liga 3 tahun ini tetap mengadopsi aturan yang diterapkan di Liga 1.

Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Yoyok Sukawi saat Sosialisasi Liga 3 Jateng 2023 di Semarang, Minggu (8/10/2023). (foto: jatengtoday.com)

SEMARANG – Liga 3 Jateng siap digeber lagi. Aturan tegas bakal diterapkan, yakni diskualifikasi bagi klub yang suporternya bikin rusuh.

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah akan menggulirkan kompetisi Liga 3 2023 mulai 5 November mendatang. Sosialisasi dengan menghadirkan klub-klub peserta digelar di Hotel Candi Indah, Semarang, Minggu (8/10/2023).

Ketua Asprov PSSI Jateng, Yoyok Sukawi mengatakan, regulasi kompetisi Liga 3 tahun ini tetap mengadopsi aturan yang diterapkan di Liga 1. Salah satunya terkait larangan kehadiran suporter tamu di stadion.

“Terkait perizinan, Liga 3 Jateng mengadopsi regulasi yang diterapkan di Liga 1. Tahun ini adalah masa transformasi sepak bola Indonesia, PSSI dan Polri sudah sepakat untuk melarang suporter tamu datang ke stadion. Aturan itu juga kami terapkan di Liga 3 Jateng,” kata Yoyok Sukawi.

Menurutnya, klub-klub peserta Liga 3 Jateng juga sudah sepakat mematuhi regulasi tersebut. Selain itu ada pula aturan tegas untuk meminimalisasi kerusuhan suporter.

“Kami juga mencantumkan aturan baru dalam regulasi yaitu jika suatu pertandingan terjadi kerusuhan maka klub yang suporternya menjadi pemicu langsung didiskualifikasi,” tegas Yoyok.

“Kami berharap regulasi tersebut bisa menjadi cambuk efek jera bagi suporter yang masih suka anarkis, buat apa anarkis, toh klub kita yang dirugikan,” ujarnya.

Selain diskualifikasi, pria yang juga anggota Komisi X DPR RI ini menambahkan, jika ada suporter tamu yang nekat datang ke stadion maka klub bakal dikenakan sanksi berupa denda. (*)

Tri Wuryono