in

Tali Asih Tak Jelas, WPS Sunan Kuning Enggan Turuti Arahan Dinsos

SEMARANG (jatengtoday.com) – Wanita Pekerja Seks (WPS) di Resos Argorejo atau Lokasisasi Sunan Kuning Semarang enggan menuruti arahan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang. Pasalnya, besaran tali asih yang bakal diberikan tak jelas.

Penolakan dalam bentuk walk out tersebut terjadi saat Dinsos melakukan sosialisasi penutupan lokalisasi tahap lanjutan. Ketika itu, para WPS menolak untuk menandatangani berkas yang disodorkan pihak Dinsos, Senin (7/10/2019) siang.

Salah satu WPS, Asih (26), menolak tanda tangan lantaran ketidakjelasan tujuan berkas tersebut. Bahkan, dia masih berharap agar pemerintah membatalkan penutupan Lokalisasi Sunan Kuning.

“Tadi kami sepakat menolak tanda tangan. Ketua Resos juga mengarahkan begitu. Kami tidak mau nasib kami ke depan semakin suram,” ucapnya.

Ketua Resos Sunan Kuning, Suwandi membenarkan bahwa penolakan tersebut merupakan instruksinya. Sebab, permintaan tanda tangan itu dinilai akan berdampak buruk pada nasib WPS ke depan.

“Daripada bermasalah, tadi kami menolak tanda tangan. Soalnya disitu tidak tertera nominal (uang tali asih) dan waktu pasti pelaksanaan penutupan,” tegasnya di Balai Resos.

Berdasarkan informasi yang diterima Suwandi, pemberian tali asih melenceng dari kesepakatan awal, yakni hanya Rp 5 juta. Sebab, Kementerian Sosial RI tidak menganggarkan tali asih untuk seluruh WPS.

Padahal, pada saat sosialisasi dulu, para WPS dijanjikan akan diberi tali asih sebesar Rp 10,5 juta per orang.

Menurut Suwandi, dalih pergantian kabinet juga seharusnya tidak bisa dijadikan alasan perubahan besaran tali asih. “Yang ganti kan cuma orangnya. Kebijakannya jangan sampai ganti,” tegasnya.

Dia berharap Pemkot Semarang bisa merealisasikan apa yang telah dijanjikan. Selain itu, Suwandi juga menegaskan bahwa jumlah WPS berdasarkan pendataannya adalah 475 orang, bukan 448 orang sebagaimana data Dinsos. (*)

editor : ricky fitriyanto