in

Taksi Argometer Sudah Beroperasi di Bandara Ahmad Yani. Tapi Kok Kena Tambahan Rp 15 Ribu?

SEMARANG (jatengtoday.com) – Meski taksi konvensional diizinkan beroperasi di dalam bandara, penumpang tetap harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, ada tambahan ongkos Rp 15 ribu. Biaya itu sebenarnya dibebankan pihak bandara kepada taksi berargometer. Oleh pihak taksi, biaya itu kemudian dibebankan kepada penumpang.

Dari pantauan jatengtoday.com, hanya ada dua provider taksi berargometer yang bebas mengambil penumpang di bandara. Yakni Kosti dan Atlas. Sayang, letak kedua taksi berargometer tersebut masih dipisahkan dengan taksi bandara.

Lokasi taksi argometer terletak di sisi kanan penjemputan. Sementara taksi bandara mangkal di sisi kiri area penjemputan

Airport Operation and Service Departement Head, PT Angkasa Pura I, Agus Sina menjelaskan, sejak Sabtu (21/7), taksi berargometer memang sudah diperbolehkan mengangkut penumpang di dalam bandara. Ini semata-mata untuk memberikan pilihan lain kepada pengguna jasa bandara. Hanya saja, memang belum semua provider taksi bisa masuk.

“Perlu dipahami proses lelang itu tidak bisa langsung. Semuanya sudah terproses,” jelasnya, Senin (23/7).

Dijelaskan, saat berpindah ke terminal baru, pihaknya hanya memboyong semua mitra usaha bersifat pelayanan dari terminal lama. Artinya, taksi eksisting, yang dulu dianggap memonopoli bandara, tetap diizinkan beroperasi. Hal tersebut memang harus dilakukan karena sudah terikat kontrak dan menunggu sampai masa kontrak mitra usaha tersebut habis.

“Tidak mungkin kami pindah tidak membawa mitra usaha bersifat service seperti bank, rent car (sewa mobil), money changer (penukaran uang), dan taksi. Kami tetap membawa mereka untuk beroperasi di terminal baru,” paparnya.

Sebelumnya, Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Israwadi menjelaskan, pihaknya mengupayakan membuka peluang kemitraan dengan seluruh perusahaan penyedia taksi yang sesuai kualifikasi melalui mekanisme lelang terbuka. “Kami tengah mengupayakan membuka peluang kemitraan dengan provider layanan taksi terpercaya lainnya melalui tender terbuka yang sebelumnya belum bisa kami lakukan di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang,” jelasnya.

Dijelaskan, sudah ada peraturan dan kerjasama dengan sejumlah pihak. Yang bisa mengangkut penumpang dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang adalah Taksi Bandara Primer Koperasi Taksi Angkatan Darat (Primkopad) S-16, Bus Trans Semarang, dan rental mobil dari TRAC serta Blue Bird. (ajie mh)

editor: ricky fitriyanto