in

Tak Sediakan Kantong Plastik, Petugas Kasir Indomaret Sempat Kena Semprot Emak-emak

SEMARANG (jatengtoday.com) – Mulai awal tahun 2020 ini, ritel modern Indomaret resmi menghentikan penyediaan kantong plastik bagi pelanggan. Langkah tersebut mendapat tanggapan beragam dari masyarakat.

Petugas kasir Indomaret Gatot Subroto, Fadhila Dwi menjelaskan, beberapa pelanggan ada yang menyambut negatif. “Macem-macem tanggapannya. Kemarin ada emak-emak yang sampe marah-marah,” jelasnya, Jumat (3/12/2019).

Saat itu, ia memberi tahu dan mempersilakan untuk membawa belanjaannya dengan wadahnya sendiri. Jika kerepotan ia menyarankan untuk membeli kantong ramah lingkungan yang disediakan dengan harga Rp 5.000 per buah.

“Pas tak bilangi gitu malah protes, katanya Indomaret pelit, plastik aja nggak disediain,” cerita Dwi.

Hal serupa ternyata juga dialami petugas kasir Indomaret Pasadena, Santosa. Menurutnya, beberapa masyarakat masih belum menerima kebijakan peniadaan kantong plastik ini, sehingga ia harus berusaha keras untuk memberi penjelasan.

“Malah ada yang nuduh kebijakan ini sengaja supaya kantong kain yang harganya mahal bisa dibeli,” ucapnya.

Padahal, sebelum aturan itu diberlakukan, pihak Indomaret telah memasang pengumuman yang ditempel di beberapa bagian toko.

“Peringatan. Untuk per tanggal 1 Januari tidak menyediakan kantong plastik. Mohon membawa tas ramah lingkungan sendiri,” begitu bunyi pengumumannya.

Baca: Indomart Sudah Tak Sediakan Kantong Plastik, tapi Alfamart Masih

Selain itu ada pemberitahuan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas Peraturan Wali Kota (Perwal) Semarang Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penggunaan Plastik.

Perwal itu merinci, bentuk plastik yang akan ditekan penggunaannya yaitu kantong plastik, pipet minum plastik, dan styrofoam.

Adapun yang menjadi subjek utama dalam aturan itu adalah pelaku usaha dan penyedia plastik, meliputi hotel, restoran, rumah makan, kafe, penjual makanan, dan toko modern. Termasuk di dalamnya Indomaret yang merupakan ritel berjejaring nasional.

Oleh karena itu Santoso mengaku senang setiap kali mendapati pelanggan yang merespon positif. “Banyak juga yang memahami, beberapa malah ada yang ngasih apresiasi,” ungkapnya.

Baca: Pemkot Semarang Setengah Hati Terapkan Pembatasan Penggunaan Plastik

Seperti pendapat warga Ngaliyan, Faida. Dia tidak mempermasalahkan kebijakan itu karena masih bisa membawa tas belanjaan sendiri dari rumah. “Kalau mentok pas nggak bawa ya tinggal beli yang kantong ramah limgkungan, kan bisa buat berkali-kali,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan mahasiswa UIN Walisongo Semarang, Mike Syarif. Menurutnya, kebijakan peniadaan kantong plastik adalah langkah konkret untuk menekan sampah palstik di Kota Semarang.

“Bagus itu. Sekalian menyosialisasikan anti plastik meskipun secara bertahap. Soalnya jarang masyarakat yang peduli tentang hal semacam ini,” tandas Mike. (*)

 

editor : ricky fitriyanto

Baihaqi Annizar