in

Tak Harus di Tempat Terdaftar, Pasien BPJS Kesehatan Bisa Periksa di Mana Saja saat Libur Lebaran

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pasien yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan tetap memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan di masa libur Lebaran.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati memastikan peserta tidak akan terhambat dalam mengakses layanan kesehatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Dikatakan, Peserta JKN-KIS dapat memperoleh pelayanan kesehatan pada FKTP di tempat peserta terdaftar. Jika FKTP terdaftar tidak beroperasi pada waktu tersebut, peserta bisa mendapat pelayanan  pada FKTP terdekat lain yang membuka pelayanan kesehatan.

Baca juga: Lindungi Atlet PON XX Papua, KONI Jateng Teken MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan

“Data FKTP yang beroperasi dapat diakses melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500 400,” terangnya, Selasa (11/5/2021).

Selain itu, dalam mendukung upaya pencegahan penularan Covid-19, pelayanan kontak tidak langsung (telekonsultasi) tetap menjadi prioritas. FKTP memberikan konsultasi sesuai keluhan peserta, dan memberikan rekomendasi sesuai kebutuhan peserta.

Pelayanan kontak tidak langsung ini bisa dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, telepon, berbagai platform pesan singkat seperti WhatsApp dan Telegram, serta melalui media telekonsultasi lainnya yang telah disiapkan oleh FKTP.

Pada keadaaan kegawatdaruratan medis, lanjutnya, seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS. Mekanisme penjaminan dan prosedur pelayanan pasien gawat darurat peserta JKN-KIS sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis, maka akan dijamin dan dilayani. Fasilitas kesehatan juga tidak diperkenankan menarik biaya dari peserta,” paparnya.

Baca juga: Percepat Program JKP, Kemnaker-BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Data Penerima

Sementara itu, selama libur Lebaran untuk pelayanan obat Program Rujuk Balik (PRB) ketentuan tetap mengacu pada kebijakan pelayanan Kesehatan di FKTP selama masa pencegahan Covid-19.

Jika jadwal pengambilan obat PRB jatuh pada masa libur lebaran, maka jadwal dapat disesuaikan menjadi lebih awal maksimal 7 hari sebelum persediaan obatnya habis.

Termasuk pelayanan obat penyakit kronis di rumah sakit dan obat kemoterapi oral bagi peserta JKN, tetap mengacu pada ketentuan teknis selama masa pencegahan Covid-19.

Tapi jika jadwal pengambilan obat penyakit kronis di rumah sakit dan obat kemoterapi oral jatuh pada masa libur lebaran atau poli spesialis/sub spesialis hanya buka 1 kali dalam seminggu, maka jadwal pengambilan obat dapat disesuaikan menjadi lebih awal maksimal 7 hari sebelum persediaan obatnya habis. (*)

 

editor: ricky fitriyanto