in

Supersoccer Arena Milik Djarum Siap Lahirkan Pesepak Bola Putri Level Dunia

Peresmian Supersoccer Arena berbarengan dengan acara final MilkLife Soccer Challenge Batch 2 yang digelar Djarum Foundation..

KUDUS (jatengtoday.com) — Supersoccer Arena diresmikan oleh President Director Djarum Foundation Victor Hartono, Minggu (3/9/2023). Stadion olahraga yang berlokasi di Rendeng, Kabupaten Kudus tersebut bakal menjadi rumah untuk menempa pesepak bola putri.

Victor mengatakan, tujuan dibangunnya Supersoccer Arena untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola putri dan juga memutar roda ekosistem olahraga tersebut di Tanah Air agar lebih berkembang.

Seperti halnya yang sudah dilakukan Djarum Foundation dan PB Djarum di dunia bulutangkis, ia berharap kelak akan lahir srikandi-srikandi sepak bola putri yang bisa mengharumkan Indonesia di panggung dunia.

“Kami melihat, ekosistem olahraga ini memiliki potensi besar yang harus dikembangkan bersama-sama, demi satu gol utama yakni mengantar Timnas Putri Indonesia ke level dunia,” ucapnya.

Berdasarkan laporan yang dirilis FIFA tahun ini, timnas sepak bola putri Indonesia berada di peringkat 99 dunia dengan total pemain profesional berjumlah 994 atlet. Sementara Vietnam sebagai negara ASEAN dengan posisi tertinggi di ranking FIFA berada di posisi 33, memiliki 355 atlet profesional.

“Dengan demikian, sekarang adalah waktunya kita mencari bakat, mengasah kemampuan hingga memfasilitasi para atlet melalui kompetisi berjenjang sehingga kelak lahir srikandi-srikandi yang akan membela Indonesia di panggung dunia,” ujar Victor.

Diapresiasi FIFA

Supersoccer Arena mulai dibangun pada 23 Mei 2022 di atas tanah seluas 35.326 meter persegi dengan luas bangunan 8.002 meter persegi. Stadion ini memiliki dua lapangan dengan rincian satu lapangan utama berukuran 68×105 meter untuk lapangan sepak bola dan lapangan pendukung dengan dimensi 30×60 meter yang digunakan bagi olahraga panahan dan mini soccer.

Di atas lapangan ‘ditanam‘ rumput sintetis mengikuti standar FIFA dengan tribun penonton berkapasitas 1.100 orang yang dilengkapi toilet bagi penyandang disabilitas. Selain untuk berlatih pesepak bola putri, stadion ini juga mendukung berbagai cabang olahraga lainnya seperti nomor-nomor atletik dan panahan.

Director FIFA Women Football Asia Simon Antoine Toselli mengapresiasi positif upaya Djarum Foundation guna menggerakkan ekosistem sepak bola putri di Indonesia melalui pembangunan stadion dan juga penyelenggaraan turnamen di level akar rumput seperti MilkLife Soccer Challenge.

Menurutnya, sebagai negara dengan jumlah populasi penduduk yang cukup besar, Indonesia seharusnya tidak sulit menemukan bibit-bibit berbakat yang akan memperkuat timnas sepak bola putri.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum II PSSI, Ratu Tisha Destria menuturkan, upaya yang dilakukan Djarum Foundation menjadi dukungan positif bagi federasi guna memasyarakatkan sepak bola putri di Tanah Air.

“Seperti kita ketahui bahwa pembinaan level di putri hanya di beberapa provinsi saja start di U-15. Sehingga upaya yang dilakukan Djarum Foundation dengan melakukan pembinaan yang sinergi dengan sekolah dan cakupan yang besar dengan satu tujuan mengenalkan sepak bola putri ini merupakan langkah yang sangat baik.”

“Kita sama-sama berharap, dari sini bisa lahir atlet sepak bola yang bisa membawa Indonesia berlaga di Piala Dunia Wanita,” ujar dia dalam acara peresmian.

Peresmian Supersoccer Arena turut disaksikan Bupati Kudus H M Hartopo, Wakil Ketua Umum II PSSI Ratu Tisha Destria, Vice President AFC Maaike Ira Puspita, Director FIFA Women Football Asia Simon Antoine Toselli, CEO Persib Bandung Yoyo S Adireja, serta sejumlah pimpinan klub sepak bola papan atas di Tanah Air.

Gelar Kompetisi

Bersamaan dengan peresmian Supersoccer Arena juga diselenggarakan final MilkLife Soccer Challenge Batch 2. Turnamen ini merupakan kompetisi lintas SD dan Madrasah Ibtidaiyah yang berasal dari Kudus, Jepara, Rembang dan Pati.

MilkLife Soccer Challenge Batch 2 digelar sejak 28 Agustus 2023 yang diikuti tak kurang dari 2.100 siswi dari 106 sekolah yang bertanding di dua kelompok usia yakni U-12 dan U-10. Pada partai final, SDUT Bumi Kartini Jepara keluar sebagai juara untuk kategori U-10, sementara kampiun U-12 diraih oleh SD 2 Rendeng, Kudus.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge sejalan dengan upaya menumbuhkan minat dan mengasah bakat para siswi agar lebih mencintai sepak bola putri.

“Tentunya kami berharap, melalui turnamen ini dapat lahir bibit-bibit yang memiliki bakat mumpuni yang kelak bisa berjuang bagi Indonesia di panggung dunia. Di samping itu juga semoga turnamen ini membantu roda ekosistem agar para stakeholder sepak bola bersama-sama bergerak memajukan sepak bola putri di Indonesia,” Yoppy menjelaskan.

Setelah sukses diselenggarakan, MilkLife Soccer Challenge 2023 akan berlanjut ke batch 3 yang diagendakan bergulir pada akhir tahun di Supersoccer Arena, Kudus. Sementara itu, pada tahun 2024, MilkLife Soccer Challenge juga akan menggaet para talenta-talenta muda pesepak bola putri di kota Jawa Tengah lainnya, mulai dari Solo Raya, Semarang, hingga D.I Yogyakarta.

Selain penyelenggaraan MIlkLife Soccer Challenge, peresmian Supersoccer Arena juga dimeriahkan dengan exhibition match yang mempertemukan Persis Women vs Persib Women. Pertandingan seru dan menegangkan yang berlangsung selama 2×20 menit tersebut dimenangkan oleh Persis Solo Women 2-0 dan berhak meraih hadiah sebesar Rp30 juta. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar