in

Sambil Nangis, Ustadz Yusuf Mansur Ceritakan Kenangan Tentang Syekh Ali Jaber

SEMARANG (jatengtoday.com) – Ustadz Yusuf Mansur menceritakan kenangannya bersama Syekh Ali Jaber sambil berlinang air mata. Dia ingat bagaimana mengenalkan warga Indonesia kepada syekh yang disebut pejuang Alquran ini.

Kisah tersebut diceritakan lewat akun Instagram pribadinya @yusufmansurnew, sembari mengabarkan Syekh Ali Jaber meninggal dunia setelah dirawat di RS Yarsi Cempaka Putih, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

“Indonesia berduka, telah berpulang ke Rahmatullah Syekh Ali Jaber jam 8.30 di RS Cempaka Putih Jakarta,” ucap Yusuf Mansur mengawali video berdurasi 5.23 menit tersebut.

Baca: Syekh Ali Jaber Wafat

Baca: Kabar Duka, Suami Mantan Wagub Jateng Rustriningsih Meninggal Dunia

Dia mengaku sudah mendengar kabar ketika Syekh Ali Jaber masuk masa kritis, Rabu malam.

“Insya Allah beliau syahid, kurang lebih 16-17 hari diventilator dan semalam dikabari kalau Syekh Ali kritis, sudah dipasang alat jantung dan lain sebagainya,” ucapnya.

Mendapat kabar seperti itu, Yusuf Mansur langsung menyebar kabar tersebut ke sejumlah tokoh untuk meminta doa. Seperti para ulama, para pimpinan pondok pesantren se-Indonesia, hingga Aa Gym.

Baca: Jenazah Pramugara Sriwijaya Air Okky Bisma Diserahkan ke Keluarga

Baca: Hari Ketiga Pencarian Sriwijaya Air, Total Terkumpul 74 Kantong Jenazah

Saat bercerita mengenai kenangan bersama Syekh Ali Jaber, Yusuf Mansur tampak tidak bisa membendung air matanya. Sambil menangis, dia terus menceritakan kenangan-kenangannya.

“Banyak kenangan dengan Syekh Ali. Pertama ama saya di TV, saya bawa ke TV, jemput beliau. Pertama saya kenalin ke Indonesia, ini lho orang Arab yang cinta Indonesia, ini lho alim yang cinta Indonesia, ini lho ahli Quran yang cinta Indonesia, ini Syekh Ali yang ilmunya tinggi tapi bisa bahasa Indonesia,” paparnya.

Dalam video tersebut, Yusuf Mansur juga menceritakan peristiwa bagaimana pertemuan pertamanya dengan Syekh Ali.

“Saya kaget waktu ke Sunda Kelapa, tiba-tiba ada orang Arab yang tinggi, gede, ganteng, menyapa saya. Kemudian saya bersahabat,” kenangnya.

Kini, lanjutnya, Indonesia telah kehilangan pejuang Alquran. Meski begitu, dia bersyukur karena adik Syekh Ali, Syekh Muhammad yang juga penghafal Alquran masih bersedia berdakwah di Indonesia.

“Seluruh keluarganya, bapaknya ibunya dan 10-12 bersaudara seluruhnya hapal Quran dan cinta Indonesia,” ucapnya.

Baca: Dirampok Sopir Travel, Kepala Puskesmas Dipaksa Turun di Tengah Jalan

Baca: Kenal Dekat, dr Zul Tak Grogi saat Suntik Vaksin Gubernur

Tidak lupa, Yusuf Mansur mengucapkan terimakasih kepada para petugas medis yang merawat Syekh Ali saat di rumah sakit.

“Semoga tumbuh lagi banyak Syekh Ali, dan ulama-ulama lain yang hebat di bidang ini,” jelasnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto