in

Ribuan Orang Ikuti Senam Gemoy Prabowo-Gibran di Eks Wonderia Semarang

Acara senam gemoy ini sekaligus deklarasi Prabowo-Gibran.

Ribuan warga Kota Semarang memadati lapangan Wonderia mengikuti senam gemoy relawan Prabowo-Gibran. (istimewa)
Ribuan warga Kota Semarang memadati lapangan Wonderia mengikuti senam gemoy relawan Prabowo-Gibran. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Ribuan warga mengikuti senam gemoy yang digelar relawan calon presiden nomor urut 2, Prabowo-Gibran di lapangan eks Wonderia Semarang, Sabtu (13/1/2024).

Dalam acara senam gemoy sekaligus deklarasi Prabowo-Gibran ini dibagikan doorprize yang terdiri dari perabotan rumah tangga hingga sepeda motor.

Ketua Pelaksana Senam Gemoy & Deklarasi Prabowo- Gibran, Dewi Susilo Budihardjo menuturkan, acara ini digelar untuk menyapa sekaligus mengingatkan bahwa satu bulan ke depan jangan lupa mencoblos paslon nomor urut 2.

“Kami berharap kenaikan elektabilitas dengan menyapa lapisan masyarakat manapun seperti menargetkan 3 ribu orang, ternyata yang datang membeludak dan ternyata ada 7 ribu orang,” ucapnya.

Dewi mengaku bahagia dan berharap penuh hal ini berimbas pada elektabilitas Prabowo-Gibran di Semarang dan bahkan suara di Jawa Tengah.

“Semoga dengan membeludaknya acara ini membuat elektabilitas Prabowo Gibran di jantung kota Jawa Tengah bisa terangkat,” harapnya.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Condro Kirono yang ikut hadir dalam acara ini menyampaikan, acara ini akan memperkuat suara paslon 02 di Kota Semarang.

Kata dia, Kota Semarang yang jadi pusat Jawa Tengah menjadi lumbung suara agar Prabowo-Gibran bisa menang dalam satu putaran.

“Ada 47 kelompok pecinta Jokowi. Tadi sudah kami sampaikan para relawan, door to door, tiap hari harus nambah pemilih 02. Dapat 10 persen dari 47 pemilih Jokowi saja itu sudah cukup bisa satu putaran,” ungkapnya.

Mantan Kapolda Jateng ini pun berharap para relawan di Jawa Tengah, partai politik pengusung, dan para calon anggota legislatif bisa saling bersatu untuk memenangkan Prabowo-Gibran. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar