in

Puluhan Napi Lapas Semarang Dipulangkan, Diawasi Petugas Agar Tak Bepergian

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sebanyak 26 narapidana Lapas Kelas I Semarang dipulangkan ke rumah masing-masing. Mereka dinyatakan bebas asimilasi di rumah dan bebas bersyarat, Kamis (14/1/2021).

Keputusan tersebut menindaklanjuti Peraturan Menkumham Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Kalapas Semarang, Dadi Mulyadi mengatakan, asimilasi tersebut menjadi langkah yang tepat agar tidak ada penularan Covid-19 di dalam Lapas. Mengingat di Lapas sangat rentan terjadi penularan.

“Asimilasi itu diberikan agar napi bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Mereka tidak diperbolehkan keluar rumah sesuai dengan surat pernyataan yang telah ditandatangani diatas materai,” ungkapnya.

Selain itu, mereka tetap mendapatkan pantauan dari petugas Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan secara daring.

“Nantinya akan ada penambahan jumlah napi yang bebas asimilasi. Namun masih menunggu hasil putusan inkrah dari pengadilan dan syarat-syarat administratif yang harus dipenuhi,” ujar Dedi.

Dia menjelaskan, asimilasi ini diberikan kepada napi yang telah menjalani setengah dari masa pidana, bukan merupakan tindak pidana khusus seperti narkoba di atas 5 tahun, korupsi, teroris, pembunuhan, pencurian dengan kekerasan.

Bukan pula napi kasus kesusilaan, kesusilaan terhadap anak, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan HAM, serta kejahatan transnasional terorganisasi lainnya.

Sementara itu, pelaksanaan asimilasi ini diserahterimakan langsung kepada Balai Pemasyarakatan dan penjamin keluarga. Dalam hal ini penjamin turut berperan untuk mengawasi dan memantau narapidana selama menjalani asimilasi di rumah. (*)

 

editor: ricky fitriyanto