in

Tambaklorok Kini Punya Pos Jaga Nelayan, Bisa untuk Pantau Gelombang Tinggi

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang Slamet Ari Nugroho berdiri di depan Pos Jaga Nelayan di Tambaklorok. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Kampung Tambaklorok, Kota Semarang kini mempunyai Pos Jaga Nelayan. Pos tersebut salah satu fungsinya untuk memantau gelombang tinggi.

Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang Slamet Ari Nugroho mengatakan, ancaman gelombang tinggi terjadi pada Desember, Januari, dan Februari.

Kondisi tersebut selain membuat nelayan takut melaut juga membuat perahu-perahu di dermaga rusak terhantam ombak.

Biasanya, setiap akhir dan awal tahun nelayan tidak pernah tidur di rumah. Mereka memilih tidur di dermaga yang dekat dengan tambatan kapal atau perahu.

“Kalau di dermaga, nelayan akan lebih tahu apabila kapal mengalami musibah terbalik atau kapal dipenuhi air hujan itu bisa langsung diatasi,” ujarnya saat ditemui di dermaga, Selasa (21/12/2021).

Menurut Ari, dengan adanya Pos Jaga Nelayan di kawasan Tambaklorok, nelayan merasa terbantu. Mereka bisa memanfaatkannya untuk memantau kapal dan gelombang tinggi tanpa takut kehujanan.

Pos Jaga Nelayan di kawasan Tambaklorok dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang. Total ada 6 Pos Jaga. Lima pos didirikan di dermaga timur Tambaklorok dan satu pos di dermaga barat Tambakrejo.

Sebagai informasi, selama ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Emas rutin mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi.

“Masyarakat pesisir pantai diimbau waspada fenomena gelombang tinggi dan banjir pesisir (rob),” pesan prakirawan BMKG, Usman Efendi. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.