in

Dikunjungi Fadli Zon Hingga Jokowi, Kesejahteraan Warga Tambaklorok Tak Banyak Berubah

“Dari dulu memang sering pejabat pada ke sini. Tapi ya gitu, cuma berkunjung saja, tapi proyeknya ya tidak selesai-selesai,”

SEMARANG (jatengtoday.com) – Meski sering dikunjungi pejabat, pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok yang berada di Kelurahan Tanjung Mas, Kota Semarang, tak kunjung selesai. Kesejahteraan masyarakat di sana juga tidak banyak berubah.

Jayadi (54) warga RT 5 RW XIII Tambaklorok mengatakan, ada banyak petinggi negara yang sudah meninjau Kampung Bahari secara langsung. Seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, Politikus Gerindra Fadli Zon, hingga Presiden Joko Widodo.

Tambaklorok juga selalu dikunjungi saat musim pilkada tiba. Mulai dari Pilgub Jateng hingga Pilwakot Semarang. Para kandidat yang berlaga di pilkada tak pernah melewatkan kampanye di Tambaklorok.

“Dari dulu memang sering pejabat pada ke sini. Tapi ya gitu, cuma berkunjung saja, tapi proyeknya ya tidak selesai-selesai, molor-molor terus. Akhirnya masyarakat yang kena imbasnya,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (21/2/2019).

Menurutnya, dampak dari kemoloran pembangunan Kampung Bahari sangat terasa. Baik dari segi sosial hingga ekonomi. Kata Jayadi, tak sedikit dari masyarakat yang masih kekurangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga lain, Jumian (47) mengaku, sejak dulu hingga sekarang, kondisi ekonomi keluarganya cukup stagnan. Profesi nelayan yang sehari-hari dijalani juga biasa saja. Bahkan tak jarang pendapatannya dari hasil melaut hanya pas-pasan.

“Ya (pendapatannya) nggak tentu, kadang lumayan kadang ya hanya pas buat ngganti biaya solar,” ujarnya saat ditemui di dermaga Tambaklorok.

Selain pendapatan, Jumian bersama rekan nelayan lainnya mengeluhkan terkait buruknya pembangunan dermaga (sidpel) untuk perahu-perahu nelayan. Menurut dia, desainnya kurang bagus sehingga ketika ombak besar, perahu banyak yang hancur karena terhantam.

“Kami merasa desain pembangunan sidpel kurang pas, jadinya banyak perahu yang hancur. Ada yang karena terbentur dermaga, ada juga yang terbentur sesama kapal,” imbuhnya.

Karena itu, mau tidak mau para nelayan banyak yang harus memperbaiki perahunya. “Ini kemarin baru saja tak perbaiki, ada yang rusak soalnya. Ya sedih lah, pendapatannya udah pas-pasan tapi harus dikurangi juga untuk biaya perbaikan kapal,” jelas Jumian.

Keluhan juga datang dari para pedagang di Pasar Tambaklorok. Ismuwati (55) salah satunya. Warga RT 1 RW XIII yang sehari-hari berdagang hasil tangkapan nelayan itu mengatakan bahwa pendapatannya dari hasil jualan tidak menentu.

“Kadang dapat 50 ribu, kadang ya 100 ribu kalau lagi ramai,” jelasnya.

Meskipun begitu, Ismuwati mengaku senang dengan kunjungan presiden beberapa waktu lalu. Menurutnya, Jokowi adalah satu-satunya presiden yang sudah berkunjung dua kali ke kampungnya. Karena itu dia menaruh harapan besar untuk kemajuan Tambaklorok.

“Senang kemarin ada Pak Jokowi. Walaupun sekarang belum terasa manfaatnya, semoga besok-besok bisa kami rasakan,” harapnya. (*)

editor : ricky fitriyanto