in

Popda SMP Pertandingkan 18 Cabor, Tujuh Nomor Dayung Jadi Eksebisi

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng tingkat SMP sederajat tahun ini kembali dilaksanakan di Kota Semarang. Popda SMP sederajat memperebutkan 185 emas, 185 perak, dan 284 perunggu dari 18 cabor.

Event pembinaan olahraga tahunan ini dibuka Senin (18/3) malam oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinpora) Jawa Tengah Sinoeng N Rachmadi dan akan berlangsung sampai Kamis (21/3) mendatang.

Ke 18 cabor yang dipertandingkan adalah atletik, voli pasir, judo, pencak silat, renang, sepak takraw, senam, karate, bulutangkis, bola basket, bola voli, panahan, sepak bola, taekwondo, tenis lapangan, tenis meja, gulat dan dayung.

Sayangnya di cabor dayung, ada empat nomor yang tidak dimasukkan dalam dalam perhitungan poin atau akumulasi perolehan medali. Sinoeng N Rachmadi menjelaskan, dari 12 nomor dayung, hanya lima nomor yang dianggap layak dipertandingkan yakni kayak dan canoeing.

“Tujuh nomor lain tetap dipertandingkan. Pemenangnya tetap mendapat medali, tapi tidak masuk dalam akumulasi perolehan medali,” jelas mantan Kepala Satpol PP Jateng ini.

jadwalpopda2019-Sheet1

Penyebabnya, karena pada tujuh nomor tersebut hanya diikuti oleh tiga daerah. Yakni Cilacap, Demak, dan Pati. “Karena hanya diikuti tiga daerah saja, maka dianggap tidak memenuhi syarat. Aturannya maksimal empat daerah baru bisa masuk dalam akumulasi,” terangnya.

Cabor dayung sebenarnya sangat menarik. Cabor ini dipertandingkan di Bukit Cinta, Rawa Pening Kabupaten Semarang, selama tiga hari (19-21/3/2019). Sementara mulai Selasa (19/3) pagi, cabor selain dayung juga langsung digeber dan memperebutkan medali.

Popda SMP sederajat se-Jateng diikuti oleh 35 kota dan Kabupaten se-Jateng, dengan total peserta mencapau 2.150 atlet dan ofisial. Setelah Popda SMP sederajat, akan dilanjutkan dengan Popda tingkat SMA sederajat pada 22-25 April di Semarang, serta tingkat SD/MI pada 17-20 Juni di Semarang.

“Popda SMP ini ajang pembinaan murni. Dari para atlet setingkat SMP inilah selanjutnya bakat dan kemampuan mereka akan kita pantau untuk selanjutnya bersinergi dengan KONI, kita akan terus tingkatkan prestasi mereka hingga level nasional bahkan internasional,” tegas Sinoeng. (ajie mh)

Editor: Ismu Puruhito