in

Pidato Kebangsaan di Semarang, Prabowo Didampingi Puluhan Pakar

SEMARANG (jatengtoday.com) – Capres Prabowo Subianto memberikan Pidato Kebangsaan di Kota Semarang, Jumat (15/2/2019) sore. Acara yang berlangsung di Grand Balroom Hotel Po tersebut mengusung tema “Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan, dan Air”.

Dalam kesempatan itu, capres nomor urut 02 tidak sendiri. Dia didampingi oleh tim pakar dari berbagai latar belakang. Mulai dari pakar ekonomi, infrastruktur, energi dan pangan, serta pakar lingkungan hidup. Hadir pula perwakilan partai koalisi Adil Makmur.

Secara khusus, Prabowo menyebut satu per satu para pakar yang duduk berjajar di kursi yang berada tepat di belakang podium.

Dalam bidang ekonomi, ada Burhanudin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia beserta 7 pakar ekomoni lainnya. Sedangkan dalam bidang infrastruktur ada Suhendra Ratu, mantan Staf Khusus Kementerian PU, bersama 3 pakar lain.

Adapun dalam bidang energi dan pangan ada Sudirman Said, mantan Menteri ESDM dan Laode Kamaluddin, pakar pangan yang juga mantan Rektor Unissula Semarang, serta 10 pakar lainnya.

Dalam bidang lingkungan hidup hadir Surya Darma, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan, I Gusti Gede Maha S Adi, editor National Geographic Indonesia, serta 5 pakar lain yang juga duduk di panggung depan.

“Mereka adalah salah satu tim ahli yang membantu kami pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,” tegasnya.

Menurut Prabowo, puluhan pakar itu dilibatkan dalam penyusunan program-program yang telah disiapkan. Sehingga, katanya, dalam rangga merealisasikan visi misinya, koalisi Adil Makmur akan didasarkan pada data dan fakta.

“Mereka akan membantu menawarkan solusi-solusi bagi permasalahan negeri ini,” tandasnya.

Dalam pidatonya, Prabowo memang banyak menyoroti salah satu tema debat kedua, yakni swasembada energi, pangan, dan air. “Kami ingin memperjuangkan 3 hal itu,” ujarnya.

Sebelum Prabowo berpidato, ada dua panelis yang menyampaikan pendapatnya soal tema Pidato Kebangsaan kali ini, yakni “Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan, dan Air”.

Paparan pertama disampaikan oleh mantan staf khusus Menteri PUPR 2005-2009, Suhendra Ratuprawiranegara. Suhendra berbicara mengenai infrastruktur.

Sedangkan paparan kedua disampaikan oleh Aria Witoelar yang merupakan pegiat energi terbarukan sekaligus CEO Arya Watala Capital. Aria memaparkan mengenai isu pangan dan energi. (*)


editor : ricky fitriyanto

Baihaqi Annizar