in

Persebaya vs PSIS: Venue Belum Jelas, Terancam Ditunda?

Pihak Bajul Ijo sebetulnya sudah berupaya untuk bisa menyelamatkan pertandingan tersebut dengan menjajaki pemakaian Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

Gelandang Persebaya Song Ui-young berusaha melewati adangan pemain PSIS Boubakary Diarra pada pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (16/7/2023). (foto: jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – PSIS Semarang saat ini tengah menunggu kejelasan pertandingan menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan ke-20 BRI Liga 1 2023/2024. Pihak manajemen Mahesa Jenar juga aktif berkomunikasi dengan PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) dan panpel Persebaya.

Laga yang memertemukan dua tim eks perserikatan itu dijadwalkan digelar pada Minggu (26/11/2023). Namun hingga Kamis sore belum ada kabar pasti terkait pertandingan.

“Kami saat ini aktif berkomunikasi dengan PT. LIB selaku operator liga dan panpel Persebaya. Namun belum ada keputusan resmi terkait pertandingan dan kami anggap masih on schedule sampai ada pemberitahuan resmi selanjutnya dan kami tunggu kabar resmi dari PT. LIB ataupun Panpel Persebaya,” ujar Manajer Operasional PSIS, Wisnu Adi, Kamis (23/11/2023).

Baca Juga: Buang-buang Peluang, Persebaya Tumbang

Wisnu juga mengungkapkan bahwa PSIS tetap siap apabila pertandingan tetap pada Minggu (26/11) karena segala akomodasi telah disiapkan.

“Kami sudah DP untuk akomodasi baik hotel mau pun transport. Semoga segera ada kejelasan supaya kami bisa komunikasi dengan mereka,” lanjut Wisnu.

Persebaya Tunggu Jawaban LIB

Sebagai informasi, laga antara Persebaya menghadapi PSIS seharusnya digelar pada Minggu (26/11) di Gelora Joko Samudro, Gresik. Namun akibat adanya kericuhan pada salah satu pertandingan Liga 2 akhir pekan kemarin membuat beberapa rekomendasi dicabut dan Persebaya tengah mencari venue alternatif.

Persebaya Surabaya juga masih menunggu jawaban dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). ”Kami sebetulnya sudah mengantongi izin pemakaian stadion. Termasuk juga dari Kepolisian. Akan tetapi pasca kejadian tersebut, Dispora Gresik mencabut surat yang telah diterbitkan,” terang Ketua Panpel Persebaya Ram Surahman di laman resmi klub.

Pihak Bajul Ijo sebetulnya sudah berupaya untuk bisa menyelamatkan pertandingan tersebut dengan menjajaki pemakaian Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Yakni dengan mengirim surat ke Pemkot Surabaya dan menjalin komunikasi dengan Walikota Surabaya, Eri Cahyadi.

Pemkot prinsipnya setuju, dan diminta berkomunikasi dengan PSSI. Pasalnya, Stadion GBT ditunjuk sebagai salah satu venue Piala Dunia U-17. Meski pertandingan terakhir Piala Dunia U-17 dilakukan pada 21 November, tapi secara prosedural GBT masih dalam masa pemakaian PSSI dan FIFA.

”Kami sudah kirim surat ke Pak Erick Tohir (Ketum PSSI, red). Meminta izin untuk pemakaian GBT. Akan tetapi sampai saat ini belum ada jawaban,” ujar Ram Surahman. (*)

Tri Wuryono