in

Penggugat Korban Penipuan Perumahan Madina Semarang Dipolisikan

Menurut Tita, Aditya memiliki sertifkat tanah tersebut dengan cara yang tidak benar.

Majelis hakim menyidangkan gugatan Aditya melawan korban Perumahan Perumahan Madinah Alam Persada. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Aditya Tri Hidayat, penggugat korban penipuan Perumahan Madinah Alam Persada Semarang, dilaporkan oleh Tita Puji Lestari ke Polda Jawa Tengah karena diduga terlibat dalam sindikat mafia tanah.

“Saya menduga ada suatu komplotan mafia tanah, sehingga saya melapor ke Polda,” ujar Tita di PN Semarang saat menjadi saksi sidang gugatan Aditya melawan korban penipuan perumahan, Rabu (25/10/2023).

Aditya menggugat para korban penipuan lantaran ia mengklaim sebagai pemilik sertifikat (SHM nomor 02721) lahan delapan unit rumah di Perumahan Madina di Jalan Tlogomulyo, Pedurungan, Semarang.

Namun, menurut Tita, Aditya memiliki sertifkat tanah tersebut dengan cara yang tidak benar. Tita tahu betul karena tanah yang dipersengketakan asal-usulnya adalah milik ibu kandungnya yang bernama Siti Khasanah.

Peralihan Sertifikat yang Janggal

Kini sertifikat tersebut sudah beralih tangan dari Siti Khasanah ke Slamet Riyadi (pengembang Perumahan Madina yang dipenjara atas kasus penipuan), ke Agung Setiyowardhani, dan terakhir ke Aditya (penggugat).

Dalam persidangan, Tita mengaku tidak tahu proses peralihan sertifikat dari Siti Khasanah hingga jatuh ke tangan Aditya. Padahal, baik ibunya maupun dirinya sebagai ahli waris, tidak pernah melakukan transaksi jual beli.

“Saya tidak tahu sertifikat beralih jadi atas nama Aditya. Itu yang saya heran, sedangkan saya tidak pernah dan tidak akan menjual tanah itu,” tegasnya di hadapan hakim.

Tita semakin kaget saat mengetahui keterangan adanya kuasa jual beli yang dibumbuhi tanda tangan orang tuanya pada tahun 2020.

“Padahal orang tua (bapak) saya meninggal pada 2015 dan ibu meninggal tahun 2017. Bagaimana ceritanya orang sudah meninggal bisa tanda tangan?” ucapnya terheran-heran.

 

Tita Puji Lestari (berbaju oranye) menunjukkan berkas laporan ke Polda Jateng. (baihaqi/jatengtoday.com)


Laporkan Sindikat Mafia Tanah

Selain memolisikan Aditya, Tuti juga melaporkan Slamet Riyadi, Agung Setiyowardani, notaris Dwi Hastuti, dan BPR Sinar Mitra Sejahtera (SMS).

“Kami laporkan beberapa orang tentang dugaan pemalsuan tanda tangan, penghilangan asal usul sertifikat tanah, sumpah palsu, dan tindak pidana pencucian uang. Kami menduga mereka serangkaian mafia tanah,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum korban penipuan perumahan, Michael Deo menyambut baik itikad Tita membantu para korban penipuan perumahan dengan cara melaporkan sindikat mafia tanah.

Pihaknya akan mendampingi proses hukum Tita di kepolisian untuk mengungkap mafia tanah.

“Bukan hanya Slamet, tapi ada aktor intelektual lainnya. Karena dalam putusan pidana Slamet selaku penipu yang sudah diadili, dalam putusan disebut bahwa order jual beli oleh Lani dan BPR SMS melalui notaris Dwi Astuti,” ucapnya.

Baihaqi Annizar