in

Jelang Akhir Tahun, Pengawasan Armada Pariwisata Diperketat

Sejumlah bus menunggu penumpang di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

BANDUNG (jatengtoday.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan kepada sejumlah penyedia jasa bus pariwisata agar melakukan inspeksi keselamatan armada atau pengecekan jelang akhir tahun 2021. Pengecekan tersebut sebagai antisipasi untuk menekan risiko kecelakaan.

“Harus dilakukan ‘ramp check’ (pengecekan), dan lakukan pembatasan, dari saya itu, karena teknis ini penting,” katanya di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (16/12/2021).

Ia mengatakan di akhir tahun yang diisi dengan sejumlah hari libur seperti Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022 ini berpotensi meningkatkan mobilitas menggunakan kendaraan seperti bus pariwisata.

Baca: Pemerintah Tidak Terapkan Penyekatan saat Nataru, Pergerakan Warga Diawasi Lebih Ketat

Menurutnya bus-bus pariwisata yang kerap digunakan untuk berwisata tidak sedikit yang usianya sudah tua sehingga hal itu perlu diantisipasi dengan inspeksi armada guna mencegah timbulnya kecelakaan lalu lintas.

Adapun di wilayah Jawa Barat, menurutnya, salah satu kawasan wisata yang kerap dikunjungi masyarakat yakni kawasan Garut dan Puncak, Bogor.

Selain meningkatkan antisipasi dari sisi armada, kata dia, antisipasi protokol kesehatan juga perlu diterapkan secara ketat di destinasi wisata tersebut, khususnya pada akhir tahun yang berpotensi meningkatkan mobilitas.

“Yang namanya pengetatan protokol kesehatan (prokes), jadi memakai masker, jaga jarak, cuci tangan itu harus dilakukan,” kata Budi Karya Sumadi.

Baca: 4,8 Juta Orang Diperkirakan Masuk Jateng saat Nataru, Belum Ada Wacana Penyekatan

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan pihaknya telah melarang berbagai kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat pada akhir tahun.

Selain itu, ia juga memberlakukan larangan kepada pegawai negeri sipil untuk melakukan perjalanan kecuali terkait sesuatu yang mendesak.

“Dengan ukuran (antisipasi) ini, Insya Allah seharusnya menurut teori Jawa Barat akan terkendali, walaupun pesan Pak Menko tadi, di lapangan sering kali teori berbeda dengan aslinya,” demiikian Ridwan Kamil. (ant)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.