in

Pengasuh Ponpes yang Lecehkan Santrinya Mulai Disidang di PN Semarang

Santriwati yang menjadi korban dalam kasus ini masih menjalani pemulihan psikologis di UPTD PPA Kota Semarang.

Ilustrasi palu hakim (antara foto/widodo s. jusuf)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Hikmah Al-Kahfi Semarang, Muh Anwar alias Bayu Aji Anwari yang diduga melecehkan santrinya mulai disidang.

Persidangan kasus kekerasan seksual tersebut digelar secara tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Pada Rabu (31/1/2024) dilaksanakan sidang ketiga dengan agenda pemeriksaan saksi.

Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Jawa Tengah yang merupakan perkumpulan dari berbagai organisasi, memberi perhatian khusus pada kasus kekerasan seksual yang dilakukan pemilik pesantren.

“Saat ini kami sedang mendampingi kasus kekerasan seksual yang dilakukan terdakwa inisial BAA. Kasus tersebut sudah disidangkan di PN Semarang dengan Nomor Perkara: 7/ Pid. Sus/2024/ PN Smg,” ujar perwakilan JPPA, Nia Lishayati.

Menurut Nia, santriwati yang menjadi korban dalam kasus ini masih menjalani pemulihan psikologis di UPTD PPA Kota Semarang dan mendapatkan fasilitasi pemulihan psikologis oleh LPSK.

Pemulihan psikologis perlu karena adanya trauma akibat kekerasan seksual yang dialami korban. “Korban selalu teringat ancaman dari pelaku yang mengatakan bahwa jika korban tidak menuruti terdakwa dia akan menjadi anak durhaka,” imbuhnya.

Pada saat dimintai keterangan di PN Semarang 24 Januari 2024, korban menyampaikan bahwa dampak kekerasan seksual yang dialami masih terasa. korban sedih pada saat mengingat kekerasan seksual yang dialaminya.

Selain itu, korban merasa sangat takut jika bertemu dengan terdakwa, bahkan saat mendengar suara terdakwa.

Perlu diketahui, terdakwa Bayu Aji Anwari diduga tega melecehkan dan memperkosa beberapa santriwatinya. Kasus ini terungkap lantaran salah satu korban berinisial M berani melaporkan ke polisi.

Korban M yang merupakan santri dititipkan oleh orang tuanya ke Bayu Aji untuk mengaji dan dicarikan sekolah. Korban yang saat itu masih berusia 16 tahun dilecehkan di pondok milik Bayu Aji, kemudian dikirim ke pondok pesantren di Malang.

Selain M, ada santri lain yang menjadi korban, masing-masing berinisial FA, ST, TI, IR dan TK. Namun, hanya kasus M yang diproses hukum.

Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Hikmah Al Kahfi milik tersangka beralamat di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Pesantren tersebut belum mengantongi izin. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar