in

Pembukaan Bioskop dan Konser Musik Masih Dilarang di Semarang, Ini Alasannya

SEMARANG (jatengtoday.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang mencatat ada 140 tempat wisata dan hiburan mengajukan izin untuk membuka operasional kembali setelah terhenti akibat pandemi.

Namun dari jumlah tersebut belum termasuk pertunjukan musik dan bioskop. Disbudpar Kota Semarang sendiri menyatakan belum bisa memastikan kapan konser musik dan bioskop akan kembali dibuka.

“Yang sudah mendapatkan rekomendasi untuk buka kembali kurang lebih 59 tempat hiburan dan wisata,” kata Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, Rabu (15/7/2020).

Sebanyak 59 tempat wisata dan hiburan tersebut dikelola oleh swasta dan di bawah naungan Pemkot Semarang. Setiap pengelola tempat wisata dan hiburan wajib mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) Kesehatan sebagaimana ketentuan yang diberlakukan.

“Semarang Zoo dibuka belakangan karena memang kami ingin pengelolaannya dipersiapkan secara matang agar bisa menjadi contoh. Untuk swasta tanggung jawabnya dikembalikan kepada pengelola masing-masing dalam pengawasan kami,” terangnya.

Dibukanya sejumlah tempat wisata dan hiburan tersebut belum termasuk pertunjukan musik. Artinya, untuk pertujukan musik belum diizinkan. Hanya saja, lanjut dia, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan simulasi pertunjukan terlebih dahulu.

“Untuk pentas musik ini masih sangat  terbatas. Sebentar lagi, tanggal (18/7/2020), akan ada pentas musik. Penyelenggaraannya dengan jumlah penonton terbatas dan aturan ketat, pembelian tiketnya secara online, kemudian ada screening test pada saat membeli tiket. Sehingga pengunjung dan siapapun yang terlibat dalam kegiatan tersebut diharapkan terbebas dari Covid-19. Nanti akan ada simulasi terlebih dahulu,” katanya.

Selain konser musik, hiburan bioskop juga belum dilakukan pembukaan operasional. Namun demikian, pihaknya saat ini masih melakukan kajian dan persiapan apabila nantinya bioskop dioperasionalkan.  “Seperti di Jakarta, Pak Menteri Pariwisata sudah melakukan peninjauan untuk bioskop. Di Semarang saat ini sedang proses persiapan. Terutama untuk pintu masuk dan pintu keluar di bioskop harus dibedakan. Karena biasanya masuk maupun keluar di bioskop dalam jumlah banyak dalam waktu yang tidak terlalu lama. Itu yang harus kami atur,” katanya.

Ia belum bisa memastikan kapan bioskop akan dibuka. “Kami masih perlu melihat dahulu, kalau siap ya bisa, kalau belum siap ya ditunda dulu. Toh kondisi di Kota Semarang masih memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Prosedur pembukaan bioskop ini pun sama, yakni harus mengajukan perizinan terlebih dahulu,” katanya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto

Abdul Mughis