in

Pembangunan Tol Tanggul Laut Molor, Ini Penjelasan Pemkot Semarang

Undang-undang Agraria menyebut, tanah terendam air laut, dianggap tidak ada kepemilikannya.

Proyek pembangunan Jalan Tol Tanggul Laut Semarang-Demak terkendala pembebasan lahan. (dokumentasi jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Proyek pembangunan tol tanggul laut Seksi 1 Semarang-Demak molor dari target waktu pengerjaan. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan hal itu dikarena ada kendala pembebasan lahan.

Dijelaskannya, proses pembebasan lahan menemui tantangan yang cukup rumit. Salah satunya, adanya tanah dalam kondisi terendam di lokasi rencana pembangunan tol tanggul laut.

“Menurut Undang-Undang Agraria terkait tanah musnah, sehingga dianggap tidak memiliki kepemilikan. Padahal, fakta di lapangan, tanah terendam tersebut semula merupakan daratan yang memiliki sertifikat kepemilikan,” katanya, belum lama ini.

Dikatakannya, terkait ‘tanah musnah’ tersebut mengalami debatable yang cukup rumit. “Karena di dalam Undang-undang, tanah jika terendam air laut, maka dianggap tidak ada kepemilikannya. Padahal di situ bekas daratan, pemilik sertifikatnya banyak,” terang Hendi sapaan akrabnya.

Namun demikian, lanjut dia, permasalahan tersebut saat ini telah memperoleh titik terang dengan adanya petunjuk dari Presiden RI Joko Widodo. Sesuai petunjuk presiden, dapat dilakukan pelelangan.

“Prosesnya bisa diselesaikan akhir tahun ini. Harapannya segera rampung. Sehingga bisa mendorong lompatan pembangunan,” katanya.

Sebagaimana tujuan pembangunan tol tanggul laut di wilayah pesisir Semarang, selain berfungsi sebagai jalan tol juga sebagai penahan air laut rob atau pasang. Jalur Pantura selama ini semakin krodit dengan permasalahan kemacetan arus lalu-lintas.

“Maka secara aksesbilitas jalur pantura jika terhubung dengan jalan tol, maka arus lalu-lintas akan semakin lancar,” katanya.

Dia berharap agar terjalin komunikasi antar wilayah dalam pengembangan daerah Jawa Tengah, khususnya wilayah hinterland Kedungsepur atau Semarang Raya. “Kalau tidak terjalin komunikasi yang baik, muncul banyak persoalan bukan kemanfaatan,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.