in

Peluang Kreator Lokal Jalin Kolaborasi dengan Sovlo

Kreator lokal yang berada di bawah naungan Smartfren WOW Labs akan merilis karyanya yang dituangkan sebagai desain visual khusus

JAKARTA (jatengtoday.com) – Menegaskan visinya sebagai brand yang mendukung perkembangan dan kemajuan UMKM lokal dan kreator lokal Indonesia.

Smartfren mengumumkan kerja sama dengan Sovlo untuk fokus pada pemberdayaan kreator lokal. Sovlo adalah sebuah brand fashion lokal yang memiliki campaign #BanggaIlustratorLokal yang sangat sejalan dengan semangat dari campaign Smartfren 100% WOW, 100% Indonesia untuk membantu produk lokal menjadi lebih dikenal lagi.

Lewat kerja sama ini, kreator lokal yang berada di bawah naungan Smartfren WOW Labs, yaitu Hana Madness, akan merilis karyanya yang dituangkan sebagai desain visual khusus untuk Limited Edition Merchandise kokreasi Sovlo x smartfren.

Hana Madness, bernama lengkap Hana Alfikih, membuat karyanya dengan inspirasi dari pergelutan pribadinya dengan kesehatan mental.

Karyanya yang merepresentasikan berbagai emosi manusia yang dituangkan ke dalam desain bucket hat dan kemeja edisi terbatas, dan di-bundling dengan kartu perdana Smartfren Unlimited Nonstop 6 GB.

Pelanggan bisa mendapatkan bucket hat atau kemeja tersebut secara online melalui situs Sovlo.id. Selain itu, pelanggan juga akan bisa mendapatkannya di Smartfren Shop  dan official online store di beberapa e-commerce pilihan.

Roberto Saputra, Chief Brand Officer Smartfren mengatakan, Sovlo dan Smartfren memiliki tujuan yang sama dalam membuka peluang.

Sejak awal pandemi Smartfren telah konsisten berkokreasi dengan para kreator dan usaha mikro, kecil dan menengah lokal.

Sedangkan Sovlo dikenal sebagai brand fashion lokal yang memberdayakan kreator lokal sambil membuka lapangan kerja baru.

“Karena itu kami yakin produk yang tercipta dari kokreasi antara Smartfren dan Sovlo ini adalah 100% WOW 100% Indonesia dan bisa memberikan dampak yang luas serta berkelanjutan di masyarakat,” ucapnya, beberapa waktu lalu.

“Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan Smartfren karena kami memiliki semangat yang sama untuk memajukan produk lokal. Sovlo sendiri kami mulai di saat masa awal pandemi dengan memberdayakan kreator – kreator visual berbakat dari semua latar belakang sekaligus membuka peluang dalam memberikan lapangan pekerjaan baru kepada kreator visual lokal. Semoga kokreasi Sovlo dan Smartfren dapat memberikan dampak yang baik untuk pertumbuhan produk lokal.”Lidya Valencia, CEO & Founder SOVLO menambahkan.

Sebelumnya, Smartfren juga telah berkokreasi dengan banyak kreator dan UMKM lokal melalui program Smartfren WOW Labs. Beberapa di antaranya adalah Show the Monster, Artine Kain, Ahha Official Store, Stayhoops, Common Spot, PijakBumi, Koolastuffa dan KITC. Smartfren juga pernah berkokreasi dengan seniman grafis Addy Debil untuk membuat kaus dan masker edisi terbatas yang hasil penjualannya  didonasikan melalui BenihBaik untuk mendukung UMKM disabilitas dan Rumah Baca Sang Petualang. (*)

”Kita nggak mungkin hanya mengandalkan APBD. Oleh karenanya, kerja sama dengan pihak lain seperti Baznas ini, sangat bagus untuk mengungkit lebih cepat. Nanti kita akan galakkan lagi kerja sama dengan kabupaten/kota, TNI/Polri, kampus, perusahaan, BUMD, BUMN dan lainnya agar lebih cepat,” kata Ganjar seperti dikutip dari Suara Baru (Konsistensi Ganjar Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng Lewat Bantuan RTLH – SuaraBaru.id)

Rumah Sederhana Sehat

Selain menggenjot program perbaikan RTLH, Ganjar juga memberikan bantuan Rumah Sederhana Sehat (RSS). Bantuan RSS diberikan kepada warga Jateng yang tinggal di rumah reyot, tapi tidak mampu untuk memperbaikinya.

Program ini memberikan uang sebesar Rp 35 juta per rumah dalam bentuk material atau bahan bangunan. Seperti struktur Rumah Unggul Sistem Panel Instan (RUSPIN), serta nonstruktur berupa dinding keliling, penutup atap, rangka atap, pintu dan jendela. Ada juga bantuan upah tenaga padat karya.

Tujuannya, selain membantu masyarakat, juga untuk melakukan percepatan dalam mengurangi angka kemiskinan di Jateng. Ganjar menilai, indikator tempat tinggal seperti Rumah Sederhana Sehat juga memenuhi persyaratan hidup yang layak.

Salah satu penerima bantuan, Wahida mengaku senang punya rumah idaman. Warga Desa Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes ini pun langsung menempatinya.

Bahkan saking gembiranya, dari bangunannya belum terbentuk dan masih tanah saja, Wahida bilang sudah tidur di atasnya dengan beralaskan kasur kecil dan tikar.

“Saya mendapatkan rumah idaman seperti ini dari awal sebelum jadi sampe jadi pun sudah saya tempatin. Masih bentuk tanah pun sudah saya tidurin saking bangganya punya rumah sendiri dari bantuan ini. Terima kasih banget buat Pak Ganjar.” kata Wahida dikutip dari Liputan6 (https://www.liputan6.com/news/read/5069073/ganjar-bantu-masyarakat-kurang-mampu-nikmati-rumah-layak-huni). MSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *