in

Partisipasi Pemilih Pemilu 2024 di Jateng Dipatok Tembus 80 Persen

Ilustrasi Pemilu 2024. (pixabay)

SUKOHARJO (jatengtoday.com) – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah,  Nana Sudjana menargetkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 di Jateng mencapai 80 persen.

“Untuk partisipasi masyarakat, target kita di atas 80 persen untuk Jawa Tengah. Kita bersyukur kalau masing-masing kabupaten/kota bisa di atas 80 persen atau sampai 90 persen,” kata Nana usai mengecek kesiapan dan pengamanan logistik pemilu di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sukoharjo, Selasa (9/1/2024).

Untuk menggenjot partisipasti itu, lanjut dia, sosialisasi kepada masyarakat agar datang ke TPS menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024 nanti terus dilakukan. Termasuk melakukan perekaman  bagi warga yang belum terekam dalam KTP elektronik.

Berdasarkan data PDAK Ditjen Dukcapil Kemendagri RI per tanggal 4 Januari 2024, progres perekaman DP4 Provinsi Jawa Tengah sudah mencapai 99,09 persen. DP4 progres rekam sebanyak 28.168.872 jiwa. Dari jumlah itu, yang  sudah melakukan perekaman sebanyak 27.913.044 jiwa, sedangkan belum rekam sebanyak 255.828 jiwa. Jumlah tersebut termasuk data pemilih pemula yang akan berusia 17 pada saat pemungutan suara pad 14 Februari mendatang.

“Makanya ini kita update terus, sehingga pada pelaksanaan pemungutan suara nanti sudah masuk semua,” jelas Nana.

Saat berada di KPUD Sukoharjo, Nana juga sempat menyinggung soal perekaman DP4 di sana. Hasilnya diketahui bahwa progres perekaman DP4 Kabupaten Sukoharjo sudah mencapai 99,23 persen. Rinciannya DP4 progres rekam sebanyak 680.132 jiwa. Dari jumlah itu yang  sudah melaksanakan progres perekaman sebanyak 674.877 jiwa, dan belum melaksanakan progres perekaman sebanyak 5.255 jiwa.

Nana menilai, KPUD Sukoharjo sudah siap dalam melaksanakan Pemilu 2024. Logistik pemilu sudah diterima KPUD Sukoharjo dan berikutnya akan didistribusikan ke PPK, PPS, dan TPS mendekati hari pemungutan suara.

Nana menyarankan, agar KPUD Sukoharjo untuk lebih memperbanyak sosialisasi, agar partisipasi masyarakat datang ke TPS semakin besar. Sosialisasi itu diharapkan dapat diselipkan dalam setiap kesempatan.

“Setiap ada waktu disertakan sosialisasi kepada masyarakat, kemudian melakukan simulasi sehingga masyarakat tahu betul bagaimana dalam pelaksanaan pemungutan suara itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Nana juga menyoroti sejumlah TPS yang berpotensi rawan banjir. Tercatat ada beberapa TPS di Kecamatan Mojolaban yang rawan banjir, khususnya saat curah hujan intensitasnya tinggi. (*)

Ajie MH.