in

Nusantara Dijadikan Nama Ibu Kota Baru, Begini Tanggapan Sujiwo Tejo

Sujiwo Tejo. (ajie mahendra/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sujiwo Tejo memanggapi rencana pemerintah yang memilih nama Nusantara menjadi ibu kota baru di wilayah Kalimantan Timur.

Sebab selama ini, Nusantara menggambarkan sebuah bangsa yang sangat besar. Istilah Nusantara kali pertama tercatat dalam literatur Jawa Pertengahan, antara abad ke-12 hingga ke-16.

Nama Nusantara digunakan untuk konsep kenegaraan yang dipakai Kerajaan Majapahit di era Mahapatih Gadjah Mada.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Sujiwo Tejo, Batik Identix Lahirkan Inovasi Fashion

Sujiwo Tejo yang merupakan budayawan asal Jawa, mengaku tidak ada masalah jika Ibu Kota Indonesia menggunakan Nusantara.

“10 tahun lalu, Indonesia pernah diramalkan akan selesai pada tahun 2019. Hancur kalau tetap memakai bahasa Indonesia. Harus diubah menjadi Nusantara. Wira Nagari Nusantara,” terangnya ketika ditemui di Semarang, Rabu (19/1/022).

Meski begitu, lanjutnya, ada yang bilang, perubahan nama ini akan membawa dampak buruk. Bencana banjir, misalnya.

“Nama itu kan nggak cuma arti. Tapi kecocokan weton, getaran kosmos ketika diberi nama. Makannya kenapa ada orang yang namanya Soleh, tapi nggak Soleh,” bebernya.

Sujiwo Tejo mengaku tidak masalah jika nama Nusantara kembali digunakan di Indonesia, dan bukan wilayah Jawa.

“Tapi kalau tanya apakah saya setuju atau tidak, saya sendiri nggak tahu,” tandasnya.

Seperti diketahui, Nusantara dipilih Presiden Jokowi sebagai nama untuk ibu kota baru di kawasan Penakam Panser Utara, Kalimantan Timur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.