in

Mudik Nataru, Waspada Potensi Banjir di Sejumlah Ruas Tol

BMKG memprakirakan terjadinya peningkatan curah hujan selama periode Natal dan Tahun Baru 2023.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau jalur mudik libur Nataru di Tol Cikampek, Jumat (23/12/2022). (foto: bmkg)

CIKAMPEK (jatengtoday.com) – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi pada periode libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Banjir juga berpotensi merendam sejumlah titik di jalur mudik.

Dwikorita bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beserta perwakilan dari Korlantas Polri, Dirjen Hubdat Kemenhub, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Jasa Raharja dan Jasa Marga melakukan pemantauan sejumlah titik krusial jalan tol melalui udara, jelang libur Nataru, Jumat, (23/12/2022).

Baca Juga: BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Selama Periode Natal dan Tahun Baru

Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa BMKG memprakirakan terjadinya peningkatan curah hujan selama periode Natal dan Tahun Baru 2023 yang diakibatkan sejumlah dinamika atmosfer.

“BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat bahkan dapat mencapai ekstrem mulai tanggal 23 (Desember) hingga 1 Januari 2023 untuk beberapa wilayah, khususnya wilayah Jawa Barat saat ini potensinya masih hujan sedang, ringan hingga sedang, mencapai 50mm per hari,” ujar Dwikorita dalam keterangan tertulis BMKG, Sabtu (24/12/2022).

Ia melanjutkan pada tanggal 24 Desember sedikit menurun, namun pada 25 Desember diprediksi mulai meningkat kembali. “Sehingga Pemerintah dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan dalam menghadapi risiko terjadinya bencana hidrometeorologi,” ujar Dwikorita.

Pemantauan menggunakan helikopter ini bertujuan untuk memantau sejumlah titik krusial yang menjadi perhatian, karena berpotensi terjadi banjir karena adanya cuaca ekstrem di akhir tahun yaitu di KM 136, KM 151, dan jalan nasional di Jembatan Sungai Cipunegara, Subang. (*)

Tri Wuryono