in ,

Menengok Candi Tersembunyi di Lereng Gunung Ungaran

PESONA lereng Gunung Ungaran Kabupaten Semarang tidak hanya udara sejuk dengan panorama yang indah. Selain didukung dengan banyaknya vila, hotel, wahana bermain, dan tempat hiburan karaoke, lereng Ungaran di daerah Bandungan ini menyimpan jejak situs sejarah Jawa kuno.

Paling banyak dikenal adalah Candi Gedongsongo yang menjadi salah satu objek wisata unggulan Jateng. Namun selain Candi Gedongsongo, terdapat candi lain yang tidak banyak dikenal masyarakat luas. Lokasi candi ini terbilang tersembunyi, dikenal dengan sebutan Candi Asu. Nama Candi Asu ini juga dipakai untuk sebutan salah satu situs candi di daerah Magelang.

Untuk menuju ke Candi Asu Bandungan bisa ditempuh dari arah Ungaran atau dari Ambarawa. Ungaran-Bandungan-Sumowono, atau Ambarawa-Bandungan-Sumowono. Jalur alternatif dari arah barat bisa melewati Boja-Sumowono-Bandungan.

Kalau melaju dari arah Ungaran, setelah sampai di pertigaan Candi Gedongsongo, terus saja, kurang dari 1 kilometer, cari saja Kantor Kepala Desa Candi. Maju sekitar 50 meter, sebelah kiri ada gapura bertuliskan huruf Jawa. Ikuti jalan gang tersebut, masuk perkampungan. Terus saja sampai dengan rimbunan bambu pethung dan cari pertigaan dengan tanda tong di kanan jalan, ambil kanan ikuti jalan tanah sampai dengan jalan yang tersusun dari batuan.

Kemudian, terlihat sebuah bangunan di antara rimbunan bambu. Candi Asu Bandungan terletak di Dusun Candi, Desa Candi, Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Suasana alam di kawasan tersebut sangat sejuk dan tak jarang berkabut. Aktivitas warga petani dan rerimbun bambu menjadi pemandangan alam yang eksotis.

Nama ‘Asu’ sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti ‘Anjing’. Dulu, di sebelah kiri candi memang terdapat patung berkepala anjing, sehingga warga pun menyebut candi tersebut ‘Candi Asu’. Namun sayang, kepala anjing di patung yang berbentuk agak mirip kotak balok itu kini sudah hilang dicuri orang yang tak bertanggung jawab.

Candi Asu Bandungan itu belum direkontruksi, masih disusun menyerupai ‘puzzle’ yang belum selesai dituntaskan. Candi tersebut termasuk candi Hindu dengan terlihat adanya Yoni, Lumpang, Kala dan beberapa Arca. Diperkirakan, candi tersebut dibangun pada masa Dinasti Sanjaya, tak jauh dari masa Candi Gedongsongo.

Sampai saat ini, Candi Asu Bandungan masih digunakan untuk beribadah, terlihat ada beberapa sisa dupa bekas dibakar. Juga ada beberapa pondokan (berbentuk rumah untuk sekedar berlindung dari hujan), terlihat seperti padepokan, rumah yang berbentuk unik. Ada tiga rumah, serta satu fasilitas kamar mandi. Tak jauh dari Candi Asu
Bandungan terdapat makam. Warga sekitar memercayai bahwa yang dimakamkan tempat tersebut merupakan orang suci dan sakti mandraguna. (Abdul Mughis)

Editor: Ismu Puruhito