in , ,

Memecah Kemiskinan Lewat Karang Taruna, Bagaimana Caranya?

SEMARANG – Organisasi kepemudaan bernama Karang Taruna memang sudah akrab di telinga. Hampir di setiap kelurahan, nama Karang Taruna ada. Namun keberadaannya seperti ‘ada tapi tiada’. Terkadang Karang Taruna tinggal nama saja, sedangkan anggota maupun program kerja tak jelas mau ke mana. Masih lumayan, alih-alih menjaga kekompakan dan kerukunan, mereka berseragam untuk membantu dalam resepsi pernikahaan.

Tetapi juga tidak semua Karang Taruna begitu. Beberapa di antaranya tetap menunjukkan eksistensi dengan memberdayakan potensi para pemuda dengan berbagai program kerja. Karang Taruna ini digadang-gadang menjadi penggerak generasi muda dalam pencarian solusi permasalah kemiskinan di daerah setempat. Mulai dari pemberdayaan pemuda melalui program wirausaha maupun pelatihan keterampilan yang bisa menghasilkan pendapatan. Tentunya, tujuannya adalah untuk memecahkan permasalahan kemiskinan di level kelurahan.

Ketua Karang Taruna Jateng, Dede Indra Permana masih optimis bahwa Karang Taruna mampu menjadi solusi permasalahan kemiskinan di tengah masyarakat. Dia menyebut, saat ini tercatat ada sebanyak 8.588 Karang Taruna di seluruh Jateng. 18 di antaranya merupakan Karang Taruna percontohan, 889 Karang Taruna maju, 3.000 Karang Taruna berkembang, dan 4.000 Karang Taruna tumbuh.

“Kami menekankan, setiap anggota agar mampu membuat program kerja untuk kemudian direalisasikan. Sehingga ini mampu menjadi solusi masyarakat. Tentunya, langkah pertama yang dilakukan adalah mengenali persoalan masyarakatnya, memetakan potensi yang dimiliki desanya dan cari solusi permasalahan,” kata Dede, Senin (30/10).

Misalnya persoalan kebutuhan air bersih dan Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Karang Taruna mestinya harus mampu berperan untuk membantu mencarikan solusi. Namun demikian, organisasi Karang Taruna perlu membekali pengetahuan maupun kemampuan kepada para anggota agar menjadi penggerak. Ia yakin, bersatunya organisasi pemuda memiliki power yang sangat kuat. Sebab, generasi muda masih memiliki impian tinggi dan semangat yang besar. “Maka semestinya Karang Taruna harus turut memiliki peran dalam membantu pemerintah dan menyejahterakan masyarakat,” ungkap Dede.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo sepakat, Karang Taruna adalah tempat berkumpulnya segala potensi. Maka dari itu, Karang Taruna harus ikut nyengkuyung mengatasi persoalan secara konkret. Karang Taruna bisa aktif di bidang pengentasan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, maupun kewirausahaan. “Bahkan bisa jadi mata dan ototnya pemerintah,” kata dia.

Pengentasan kemiskinan, lanjut dia, Karang Taruna membantu dari sisi tenaga maupun ide-ide. Sementara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota akan membantu dari sisi anggaran pembangunan. Karang Taruna harus berperan aktif, mendata warga miskin yang tidak pernah mendapat bantuan. “Mereka bisa mengusulkan melalui pemerintag desa,” katanya. (Abdul Mughis)

Editor: Ismu Puruhito