in

Melancong ke Tempat Wisata Bebas Tes PCR, Yoyok Sukawi: Harus Hati-hati

Masyarakat diminta tidak sembarangan melakukan perjalanan jika sedang tidak enak badan.

Wisatawan mancanegara yang memakai masker berjalan di Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali, Rabu (16/2/2022). (antara foto/xinhua/bisinglasi)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Industri pariwisata mendapat angin segar setelah pemerintah mengeluarkan aturan yang membebaskan tes PCR bagi pelancong atau wisatawan saat berkunjung ke tempat wisata.

Aturan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 11 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

SE yang telah disahkan pada 8 Maret 2022 ini menyebutkan jika masyarakat bagi masyarakat yang sudah melakukan vaksin booster atau pun telah menjalani dua kali vaksin, tidak perlu lagi menunjukkan hasil tes PCR atau antigen saat bepergian menggunakan mode transportasi udara, laut, atau pun darat.

Anggota Komisi X DPR RI, AS Sukawijaya atau yang akrab disapa Yoyok Sukawi mendukung aturan ini.

“Tentu mendukung ya kalau memang angka vaksinasi di Indonesia sudah tinggi dan baik untuk pariwisata. Semoga ke depan kebijakan ini mampu membawa angin segar bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif,” ucapnya, Rabu (9/3/2022).

Yang Penting Hati-hati

Politisi Partai Demokrat ini juga mengatakan bahwa saat ini yang terpenting kehati-hatian dari semua pihak untuk menghadapi Covid-19.

Salah satunya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan perjalanan jika sedang tidak enak badan.

“Yang terpenting hati-hati. Pemerintah harus hati-hati akan kebijakan baru ini dan masyarakat pun sama. Kalau badan gak enak, mending istirahat di rumah dulu,” terangnya.

Yoyok Sukawi juga berharap setelah ini pariwisata Indonesia kembali menjadi garda terdepan untuk pemulihan ekonomi setelah beberapa kebijakan baru diterapkan seperti penghapusan tes Covid-19 bagi yang sudah dua kali vaksin atau pun pemberlakuan tidak ada karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

“Semoga pariwisata Indonesia kembali menjadi salah satu andalan untuk pemulihan ekonomi di negara tercinta kita ini. Bali, Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba atau destinasi pariwisata prioritas lainnya semoga semakin menggeliat dan menarik wisatawan untuk datang dan menghasilkan pendapatan bagi pekerja di bidang pariwisata,” harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *