in

Maju di Bursa Calon Ketua IMI Jateng, Frits Yohanes Rangkul Penghobi dan Pencari Prestasi

SEMARANG (jatengtoday.com) – “Hobi digagas, prestasi digas.” Itulah slogan Frits Yohanes yang dibawa dalam bursa pencalonan Ketua Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng.

Sebagai calon Ketua IMI Jateng, Frits Yohanes telah meyiapkan gebrakan untuk mewadahi para pebalap jika terpilih pada Musporv di Semarang, Sabtu 10 April 2021.

Maklum, pemilik tim Putra Anugrah Racing Division (PARD) ini sudah banyak makan asam garam di dunia kejuaraan otomotif. Tak sedikit pebalap dari PARD yang keluar sebagai juara.

“Sebagai orang racing yang sudah 11 tahun berkecimpung di dunia balap, sudah biasa menghadapi kompetisi. Dengan persiapan, kebersamaan, merangkul semua stake holder, saya optimistis menjadi pemenang dengan menjunjung tinggi sportivitas,” terangnya.

Termasuk membesarkan IMI Jateng dengan merangkul lebih banyak komunitas otomotif. Sebab, dia melihat, masih banyak klub otomotif yang ilegal.

“Di Wonogiri saja ada 10 organisasi yang belum terkoordinir. Ketika saya tanya, kenapa tidak ikut IMI, mereka jawab karena mahal. Bayarnya memang Rp 150 juta per tahun,” paparnya.

Fakta itu juga membuat Frits tergelitik untuk membenahi sistem internal IMI Jateng. Pembenahan internal juga akan dilakukan dari sistem.

“Dari administrasinya, event yang kerap bentrok dengan nasional dan daerah, dan lain-lain,” paparnya.

Terkait program-program jika nanti terpilih jadi Ketua IMI Jateng, Frits akan menyinkronkan dengan IMI pusat. Utamanya terkait kalender event yang akan digelar

“Soal program, nanti bikin jadwalnya dengan pusat. Karena kebijakan di nasional dan daerah kan beda. Jadi harus dikoordinasikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Frits yakin klub-klub otomotif pemilik suara maupun peninjau di Jawa Tengah bisa menilai calon Ketua IMI mana yang memiliki kemampuan, pengalaman, kejujuran dan lebih bersih untuk memimpin IMI ke depan.

“Bahkan jika saya terpilih jadi Ketum IMI Jateng, nggak perlu pusing soal atlet dan official Jateng ke Papua, Oktober mendatang. Saya siap handle biaya ke PON Papua,” tegas Frits.

Frits memang ringan tangan menggelontorkan dana tidak sedikit untuk kegiatan balap, baik untuk membiayai para pebalap maupun membuat event balap. Hasilnya, selalu keluar sebagai pemenang dan juara.

“Prinsipnya, saya siap kalah dan menang. Tapi kalau saya kalah, berarti harus instrospeksi kenapa bisa terjadi. Dan kalau saya kalah, ya mungkin saya lebih baik membangun kemajuan otomotif di Solo Raya, termasuk Wonogiri, melalui FOBM (Forum Olahraga Balap Motor),” tandasnya. (*)

editor : tri wuryono