in

Magister PAUD Unnes Ekspose Riset bersama SUSS Singapura

Ekspose diakhiri dengan penandatanganan kesepahaman antara Koordinator Magister PAUD Unnes dan Ketua Master PAUD SUSS.

Mahasiswa Prodi Magister PAUD Unnes sedang ekspose riset bersama di SUSS, Singapura. (istimewa)
Mahasiswa Prodi Magister PAUD Unnes sedang ekspose riset bersama di SUSS, Singapura. (istimewa)

SINGAPURA (jatengtoday.com) — Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyelenggarakan ekspose riset bersama di Singapore University of Social Sciences (SUSS), Jumat (29/11/2023).

Dalam kesempatan itu, delegasi Unnes, Ali Formen dan Edi Waluyo menyampaikan ringkasan lanskap pendidikan anak usia dini dan perkembangan studi pascasarjana PAUD di Indonesia.

Hal senada juga dilakukan counterpart dari SUSS. Professor Sum Che Wah menyoroti perkembangan PAUD di Singapura yang secara nasional semakin terintegrasi.

Ekspose juga menampilkan tim riset mahasiswa, Nilamsari Putri dan Faiz Ridwan. Keduanya menyampaikan sebagian proyek riset mereka tentang sumbangan regulasi-diri terhadap kesiapan guru menghadapi perubahan kurikulum.

Mereka menyoroti kenyataan bahwa acapkali perubahan kurikulum lebih menekankan perlunya penyesuaian guru dan sedikit banyak mengabaikan kesiapan para guru.

Mendukung kegiatan tesebut, pihak SUSS mengundang mahasiswa dan alumni mereka.

“Ini cara yang sangat baik. Kita bercakap dengan banyak teman baru di sini, mahasiswa dan alumni program master yang juga guru. Tadi kita berjanji untuk melakukan sesuatu bersama di masa depan,” ujar Naning, satu di antara 50 peserta ekspose.

Salah satu alumni SUSS, Aida menegaskan bakal bertolak ke Indonesia untuk bekerja sama lebih lanjut.

Ekspose riset ini merupakan kegiatan lanjutan dari pembicaraan kedua program studi yang telah berlangsung sejak Mei 2023.

Ekspose dipungkasi dengan penandatanganan dokumen kesepahaman awal antara Koordinator Magister PAUD Unnes dan Ketua Master PAUD SUSS.

Melalui kesepahaman awal itu, kedua program studi berharap nantinya mendorong pertukaran pengetahuan, staf, dan mahasiswa. Tidak menutup kemungkinan kelak keduanya akan melakukan rekognisi hasil belajar satu sama lain. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar