in

Kolektif Hysteria Gandeng 16 Seniman dan 8 Pegiat Zine, Gelar Hysteria Zine Fest 2024

SEMARANG (jatengtoday.com) – Kolektif Hysteria kembali gelar agenda festival dan pameran kesenian di Tandhok Art Space, Jl. Papandayan No.11, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang sejak hari Jumat (5/7/2024) sampai dengan Minggu (7/7/2024), mendatang.

Festival dan pameran bernama “Hysteria Zine Fest” dengan tajuk ‘Diseminasi’, menggandeng 16 Seniman dan 8 pegiat zine di Pulau Jawa dalam gelarannya.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Project “Hysteria Zine Fest”, Dewi Lestari, karya-karya yang dipajang tak hanya dari produksi Kolektif Hysteria. Namun juga karya keenam belas seniman yang berkolaborasi.

“Kita memang open submission karya sebelum akhirnya gelaran ini diselenggarakan. Masuklah enam belas nama yang karyanya telah kami kurasi dan akhirnya pajang di sini,” ungkap Dewi Lestari.

Di antaranya adalah Nathalia Alicia Vasthi, Decontructed Project, Kolektif Macan Muria, Bintang Herlambang, Hanna, Moccamochino, Sound of Revolution, Rean Aqila, Asimilasi Football dan Zulhiczar Arie.

Lalu Segitiga Samarasa, Irsyad Abdurrozak, Biohana, Ngepki, Sudut Membara, serta Ann Evelin Rahajeng. Keenam belas nama tersebut mengirimkan karya-karya mereka untuk dipamerkan dalam “Hysteria Zine Fest”.

“Nggak cuma karya-karya itu yang dipamerkan, namun kita juga memberikan ruang bagi para pegiat zine untuk melapak. Baik itu berangkat dari komunitas maupun personal,” ujar Dewi Lestari.

“Ada Kommunars, Segitiga Samarasa, Ananda Ratri, Kalesal Zine, Wawbaw Series, HV Lab, Death Sugar dan juga Dug Press,” sambungnya.

Selain itu, “Hysteria Zine Fest” juga menyediakan ruang diskusi dengan tema yang berbeda tiap segmennya. Mulai dari wacana seni, bola hingga musik.

“Waktu pembukaan ada diskusi ‘Seni Rupa dan Zine’. Hari Sabtu, ada dua diskusi. Temanya ‘Sepak Bola dan Zine’, sama ‘Musik dan Zine’,” jelas Dewi.

“Hari terakhir nanti ada diskusi ‘Sastra dan Zine’, sama ‘Tribute to Annisa Rizkiana’,” lanjutnya.

Agenda itu dibuka pada pukul 16.00 WIB dengan menampilkan beberapa musisi dari Pulau Jawa dan Bali, untuk mengisi panggung pertunjukan musik. Di antaranya adalah Pandu Sukma, WOL, Pohon Sardjono dan Bekubang.

Dewi menambahkan bahwa acara tersebut masuk dalam Program Purwarupa, di bawah platform PekaKota dari Kolektif Hysteria.

Nella Ardiantanti Siregar, selaku Program Manager PekaKota menjelaskan bahwa “Hysteria Zine Fest” menjadi salah satu dari 10 program prototip yang tahun ini digelar oleh Kolektif Hysteria.

“Setelah adanya PekaKota Institute selama kurang lebih 3 bulan kemaren, kami menginisiasi adanya prototip program bernama ‘Purwarupa’,” kata Nella Ardiantanti Siregar.

“Setidaknya ada 10 titik atau agenda dalam program itu. Salah satunya “Hysteria Zine Fest”, yang diadakan di Tandhok,” lanjutnya.

Sedangkan 9 titik lain, Nella menyebut, tersebar di beberapa lokasi kampung-kota di Semarang dan Rembang, yang sudah lama menjadi jejaring Kolektif Hysteria.

Berbicara mengenai gelaran perdana “Hysteria Zine Fest” sendiri, Nella berharap bisa menjadi pantikan para pegiat seni visual untuk terus berkarya dan menelurkan zine sebagai media alternatif.

“Ini pertama kami gelar sebagai ‘Zine Fest’, setelah 20 tahun usia Hysteria. Jadi harapannya supaya bisa memotivasi sekaligus memantik proses-proses kreatif berbentuk zine untuk para pegiat seni visual, khususnya di Kota Semarang,” kata dia.

Dari keterangannya pula, agenda “Hysteria Zine Fest” masuk dalam rangkaian 20 tahun Kolektif Hysteria yang akan jatuh pada bulan Agustus tahun ini.

Sekaligus masuk dalam Event Strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, melalui program Dana Indonesiana. (*)

Ajie MH.

Tinggalkan Balasan