in

Kemenangan Mahal PSIS Semarang

Kemenangan mahal yang harus dibayar oleh Mahesa Jenar akibat ulah suporter yang membuat pertandingan dipaksa tuntas lebih cepat.

PSIS Semarang menang tipis atas PSS Sleman di Stadion Jatidiri, Minggu (3/12/2023). (foto: jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – PSIS Semarang menang tipis 1-0 atas PSS Sleman pada laga pekan ke-21 BRI Liga 1 2023/2024. Kemenangan mahal yang harus dibayar oleh Mahesa Jenar akibat ulah suporter yang membuat pertandingan dipaksa tuntas lebih cepat.

PSIS menjamu PSS di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (3/12/2023) dengan target meraih poin penuh demi memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Borneo FC. Tapi tuan rumah justru tidak mampu menampilkan performa terbaik.

Anak asuh Gilbert Agius kesulitan keluar dari tekanan pemain-pemain PSS. Mereka baru bisa menciptakan ancaman di akhir babak pertama melalui sepakan Wahyu Prasetyo.

Kapten PSIS Semarang melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti tapi digagalkan mister gawang, bola rebound juga tidak mampu dijangkau oleh Carlos Fortes.

Namun demikian, tuan rumah akhirnya bisa mencetak gol setelah wasit memberikan penalti di injury time babak pertama akibat pelanggaran Thales terhadap Fortes. Carlos Fortes sukses menaklukkan Anthony Pinthus lewat eksekusi 12 pas dan membawa PSIS memimpin 1-0.

Permainan Mahesa Jenar semakin membaik di babak kedua. Mereka lebih banyak mengancam gawang PSS. Percobaan Wahyu Prasetyo di menit 55 dan Vitinho masih terlalu mudah buat Anthony Pinthus.

Peluang terbaik didapat Taisei Marukawa di menit ke-79 setelah berhasil memenangi duel dengan Bayu Setiawan. Winger asal Jepang itu memilih mengeksekusi sendiri meski Fortes berdiri bebas di depan gawang. Sepakan Marukawa masih bisa ditepis Pinthus.

Kericuhan Suporter

Tuan rumah pun sudah siap berpesta ketika skor 1-0 bisa mereka pertahankan hingga 90 menit, sebelum akhirnya pecah bentrokan antar-suporter. Pendukung PSS yang menempati tribun barat terlibat keributan dengan suporter PSIS di tribun utara.

Laga harus dihentikan ketika injury time masuk menit kedua dari 5 menit yang diberikan oleh perangkat pertandingan. Sejumlah suporter bahkan turun ke area lapangan dan membuat situasi tidak kondusif.

Kericuhan suporter menodai kemenangan PSIS atas PSS di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (3/12/2023). (foto: jatengtoday.com)

Upaya Ketua Panpel Agung Buwono hingga CEO PSIS Yoyok Sukawi untuk meredam keributan tak berbuah hasil. Bahkan Yoyok Sukawi menjadi korban lemparan batu sehingga harus mendapatkan perawatan oleh tim medis.

Kericuhan ini tentu saja menjadi kerugian bagi PSIS Semarang. Sanksi denda sudah pasti didapat karena gagal mencegah suporter tamu datang ke stadion.

Kejadian Berulang

Kericuhan suporter tersebut mengulang peristiwa serupa musim lalu saat PSIS menjamu PSS pada pekan ke-32 BRI Liga 1 2022/2023, Minggu (2/4/2023). Bentrokan antar-suporter saat itu terjadi di akhir babak pertama dan membuat babak kedua tertunda selama 15 menit.

Akibat kejadian tersebut, PSIS dijatuhi denda Rp 75 juta karena penonton di tribun utara terlibat kerusuhan dan masuk ke dalam area lapangan.

Baca Juga: Buntut Ribut-ribut Suporter, PSIS Kena Denda Rp75 Juta

Komdis juga menjatuhkan hukuman personal kepada Ketua Panpel PSIS Semarang saat itu, Danur Rispriyanto berupa larangan beraktivitas di dalam kompetisi resmi PSSI BRI Liga 1 Tahun 2023/2024 dan denda Rp20.000.000.

Ketua Panpel PSIS dinilai gagal mengantisipasi terjadinya keributan serta masuknya suporter ke area sentel ban sebelah Utara dan area lapangan pertandingan yang mengakibatkan beberapa penonton terluka.

Kemenangan Penting

Terlepas dari kericuhan yang terjadi, pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius cukup senang timnya bisa mengalahkan PSS. Menurutnya kemenangan ini sangat penting di saat pemainnya gagal menampilkan performa terbaik.

“Babak pertama saya tidak senang dengan permainan PSIS karena kami tidak bisa bermain sesuai rencana. PSS juga memberikan tekanan yang kuat sehingga pemain kami kesulitan,” kata Agius seusai pertandingan.

“Tapi di dalam ruang ganti kami berdiskusi untuk membuat perubahan di babak kedua. Hasilnya cukup bagus dengan terciptanya lebih banyak peluang,” ucapnya.

Pada akhirnya pelatih asal Malta ini mengaku cukup puas dengan hasil pertandingan. Tambahan tiga poin sangat penting untuk terus menjaga persaingan di 4 besar.

“Kami tidak bermain selama 3 minggu dan itu cukup menyulitkan. Tapi yang paling penting kami bisa meraih tiga poin dan berada di peringkat 3,” imbuh Agius.

Kemenangan atas PSS membuat PSIS naik ke peringkat ketiga dengan poin 37 dari 20 kali main menggusur Bali United. PSIS masih terpaut 8 poin dari Borneo FC di puncak klasemen tapi Mahesa Jenar memainkan satu laga lebih sedikit.

Selanjutnya PSIS akan terlibat duel langsung dengan Borneo FC. Pertandingan pekan ke-22 tersebut dijadwalkan digelar di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (9/12) mendatang. (*)

Susunan Pemain

PSIS Semarang: Adi Satryo–Fredyan Wahyu Sugiantoro, Wahyu Prasetyo/Syiha Buddin (88′), Lucas Gama, Giovani Numberi; Alfeandra Dewangga, Boubakary Diarra; Paulo Gali Freitas, Taisei Marukawa/Riyan Ardiansyah (88′), Vitinho/Septian David Maulana (63′); Carlos Fortes/Tri Setiawan (85′)
PSS Sleman: Anthony Pinthus–Bayu Setiawan, Nurdiansyah, Thales Natanael, Abduh Lestaluhu; Jihad Ayoub/Todd Ferre (67′), Wahyudi Hamisi/Kim Kurniawan (64′); Elvis Kamsoba, Jonathan Bustos, Esteban Vizcarra/Ajak Riak (64′); Hokky Caraka

Tri Wuryono