in

Kapolda Jateng Ikuti Safari Ramadan PMII di Kediaman Habib Umar

Kapolda menekankan pentingnya nilai-nilai agama dalam menjaga persatuan.

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi sedang sambutan dalam safari Ramadan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jateng di kediaman Habib Umar Al-Mutohar. (istimewa)
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi sedang sambutan dalam safari Ramadan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jateng di kediaman Habib Umar Al-Mutohar. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengikuti safari Ramadan di yang diselenggarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jawa Tengah.

Acara bertajuk “Munajat Kebangsaan dan Doa Bersama Untuk Negeri” digelar di kediaman Habib Umar Al-Mutohar di Gunungpati, Kota Semarang, Jumat (29/3/2024) malam.

Dalam sambutan di acara tersebut, Kapolda menekankan pentingnya nilai-nilai agama dalam menjaga persatuan kesatuan bangsa serta menyoroti upaya kepolisian menjaga keamanan dan netralitas pada pilkada mendatang.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk meredakan ketegangan dan mencegah konflik.

Kapolda juga mendorong generasi muda untuk mewujudkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen perdamaian di negara ini.

“Sebagai calon pemimpin masa depan bangsa, sangat penting bagi generasi muda untuk memiliki rasa jati diri yang kuat dan kecintaan terhadap negaranya,” tambahnya.

Acara tersebut juga diisi dengan tahlil dan doa yang dipimpin Habib Umar Al-Mutohar, serta ceramah dan diskusi mengenai pembinaan persatuan bangsa di kalangan generasi muda.

Ketua PMII PKC Jateng Muhammad Muhamtashir mengatakan, Ramadan menjadi bulan refleksi dan pembaharuan spiritual. “Ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk berkumpul dan mendoakan kesejahteraan bangsa kita,” ujarnya.

Pihaknya berterima kasih atas partisipasi Kapolda dalam acara ini. Kehadiran beliau menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pemberdayaan pemuda dan memajukan persatuan bangsa. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar