in

JKSN Pekalongan Optimistis Menangkan Jokowi-Ma’ruf 70 Persen

PEKALONGAN (jatengtoday.com) — Ketua Jaringan Kyai-Santri Nasional (JKSN) Kebupaten Pekalongan, KH Saifudin optimistis akan mengantarkan kemenangan pasangan capres cawapres Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Bahkan, ia menargetkan keunggulan suara pasangan 01 bisa mencapai 70 persen.

Hal tersebut diuangkapkan Saifudin seusai acara Deklarasi JKSN yang berlangsung di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kabupaten Pekalongan, Sabtu (16/3/2019).

Menurutnya, gelaran deklarasi terbilang sukses. Pesertanya membeludak, mencapai sekitar 9 ribu. Terdiri dari berbagai elemen, tetapi didominasi oleh kalangan nahdliyin, mulai para kyai, fatayat NU, Muslimat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, para santri, dan masih banyak lainnya.

“Saya kira tadi pesertanya tidak sebanyak ini, apalagi kondisinya dari pagi juga hujan. Ternyata alhamdulillah banyak, sampai ada yang pada berdiri di luar gedung karena terasnya juga sudah penuh,” jelas Saifudin.

Melihat antusiasme peserta tersebut maka pihaknya yakin untuk mengantongi suara 70 persen ke Jokowi-Ma’ruf untuk Kabupaten Pekalongan. “Kami optimis karena deklarasi saja yang hadir segini. Apalagi nanti kalau tim kami (JKSN Pekalongan) sudah bergerak sampai tingkat bawah, kemungkinan akan bertambah,” imbuhnya.

Di samping itu, Ketua JKSN Jateng KH Agus Sofwan Hadi mengapresiasi deklarasi di Pekalongan tersebut. Menurutnya, ini merupakan deklarasi JKSN ke-11 di wilayah Jateng, setelah minggu lalu deklarasi berlangsung di Kabupaten Temanggung dan Purbalingga.

Sehingga, kata Agus, total saat ini sudah ada 19 daerah yang tergabung di JKSN–karena ada beberapa daerah yang melakukan melangsungkan deklarasi secara bersamaan dalam tempat yang sama juga.

Dalam sambutannya, Agus mengajak kepada peserta deklarasi agar jangan ragu untuk memilih Jokowi-Ma’ruf. Apalagi cawapresnya sudah jelas-jelas dari kalangan nahdliyin. Sehingga, imbuhnya, “haram” hukumnya bagi kaum nahdliyin mencoblos selain paslon 01.

“Untuk itu kami berharap, seluruh warga Pekalongan, utamanya para nahdliyin untuk mengamankan suara NU. Karena kalau tidak, nanti ada kemungkinan Indonesia akan dikuasai, didominasi oleh Islam yang tidak moderat,” tegasnya.

Maka dari itu, Agus mengimbau agara sepulang deklarasi para peserta tidak diam. Kerabat dan tetangga harus diberi penjelasan dan diajak untuk memilih Jokowi-Ma’ruf. “Karena kalau sepulang deklarasi tidak ada usaha apa-apa, maka kita akan kalah dengan calon sebelah,” tandasnya.

Editor: Ismu Puruhito