in

Jelang Kemarau, Pemkot Semarang Larang Warga Bakar-bakar, Jika Bandel Bakal Ditindak

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tegas melarang warganya melakukan aktivitas bakar-bakar. Jika masih ada yang membandel bakal ditindak tegas.

“Tidak boleh melakukan pembakaran, ada aturannya. Dengan alasan apapun itu memang dilarang,” jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang Fajar Purwoto saat dihubungi, Jumat (15/5/2020).

Menurutnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi jauh-jauh hari sudah menginstruksikan supaya jangan melakukan pembakaran. Apalagi saat mendekati musim kemarau seperti ini. Aktivitas tersebut bisa berpotensi kepada hal-hal yang tidak diinginkan. Diantaranya bisa menyebabkan kebakaran dan polusi udara yang mengganggu kesehatan.

“Jadi kami minta masyarakat jangan melakukan pembakaran, termasuk membakar rumput atau ilalang, karena kita tidak mengharapkan hal-hal buruk terjadi,” ungkap Fajar.

Dia menyarankan, jika ada sampah di perkampungan lebih baik di buang ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS) atau langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Menurutnya, apabila di suatu perkampungan atau perumahan ada yang melakukan pembakaran, warga dipersilakan lapor ke pihak kelurahan atau kecamatan.

“Jadi laporkan saja untuk ditegur. Ini karena kita berbicara kewilayahan. Jadi Lurah dan Camat berkewajiban mengatasi dulu. Apabila kesulitan baru meminta bantuan Satpol PP,” ujarnya.

Pelaporan ke Satpol PP bisa diajukan oleh pihak kelurahan atau kecamatan dengan mengajukan surat tertulis. (*)

 

editor: ricky fitriyanto