in

Hysteria Paparkan Keunikan Kampung Bustaman di Amerika Serikat

PHIADELPHIA (jatengtoday.com) – Kolektif Hysteria mengenalkan keunikan Kampung Bustaman, Kota Semarang ke warga Amerika Serikat. Sejumlah potensi perkampungan di Semarang dan Kabupaten Rembang juga dipaparkan. Kemijen dan Tambak Lorok, misalnya.

Adin, pentolan Hysteria bertandang ke Amerika Serikat atas undangan dari Penn University, Philadelphia, melalui Prof. Simon Ritcher, dilalui selama dua pekan (9-23/11/2023).

Di sana, dia membagikan pengalaman dan pengetahuannya terkait kondisi tempat yang pernah dieksplorasi Kolektif Hysteria dalam beberapa kurun waktu belakangan. Salah satunya Kampung Bustaman.

Kebetulan, ia diberikan kesempatan mengisi beberapa kuliah umum di Penn University dan sejurus dengan Prof. Simon Ritcher yang berfokus pada isu iklim. Adin juga membagikan kondisi budaya, kultur dan kondisi etimologis warga di Kota Atlas.

“Waktu ngomongin ruang urban, ngomong kepadatan penduduk, lebih ke Bustaman,” aku Adin.

Diakuinya, ia tak terlalu gagap dalam memberikan gambaran kondisi antropologis, maupun potensi dari daerah-daerah tersebut. Sebab, bertahun-tahun Kolektif Hysteria telah melakukan riset hingga terjun langsung mengadakan berbagai helatan acara untuk menumbuhkan potensi dan menghidupkan kembali budaya lokal.

Tak hanya kampung kota di Semarang, Adin juga membawa kota kelahirannya, Kabupaten Rembang dalam cerita tersebut. Terutama ketika ia menceritakan kondisi dan iklim di daerah pesisir.

“Stok cerita banyak, dari pengalaman atau yang datang secara langsung. Yang lama itu menyambungkan laci-laci ini, untuk menyesuaikan dengan konteksnya. Bisa disambungin juga dengan Rembang,” paparnya.

Adin menyebut jika undangan dari Prof. Simon Ritcher untuknya sudah didapat sejak tahun 2020, berkat ketertarikan si profesor dengan fokus  Kolektif Hysteria terhadap upaya mengeksporasi potensi kampung kota dan daerah urban di Semarang, yang jarang disentuh dan diperhatikan oleh pihak lain.

Tapi, ketika akan berangkat kala itu, pandemi Covid-19 merebak dan rencana untuk bisa terbang ke Amerika batal. Barulah setelah menunggu 3 tahun lamanya, Adin bisa memenuhi undangan dari Prof. Simon Ritcher. (*)

Ajie MH.