in

Hati-hati, BMKG Sebut Musim Penghujan Tahun Ini Simpan Risiko Multi Bencana, Terutama di Daerah Ini

SEMARANG (jatengtoday.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang memprediksi musim.penghujan di awal tahun ini menyimpan risiko multi bencana.

Utamanya pada puncak musim penghujan pada Januari-Februari 2021 ini karena cuacanya tergolong ekstrem. Karena itu, masyarakat diminta waspada.

Baca: Fenomena Waterspout Muncul di Waduk Gajah Mungkur, Begini Penjelasan BMKG

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, Sukasno menjelaskan, pada musim penghujan tahun ini, cenderung terjadi peningkatan curah hujan dan mengarah pada cuaca ekstrem.

“Imbauan kami kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, dalam menghadapi multi risiko bencana. Baik dari aspek cuaca, iklim maupun kejadian gempa atau potensi tsunami,” jelasnya, Kamis (28/1/2021).

Baca: Awal Musim Penghujan di Jateng Diperkirakan Mundur 20 Hari

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat harus lebih mengenali lingkungan sekitarnya dan potensi bencana di daerahnya.

Menurutnya, salah satu upaya mitigasi bencana sesungguhnya adalah mampu memahami cuaca dan lingkungan tempat tinggalnya.

Baca: Musim Penghujan, Lima Daerah Jateng Rawan Longsor

Dengan mengenali dan memahami potensi bencana di daerah sekitarnya, akan mengurangi dampak dari yang ditimbulkan akibat bencana hidrometeorologi tersebut.

“Untuk itu juga ada informasi tentang cuaca ekstrem, gempa bumi yang merusak dan lain-lain yang berkaitan dengan meteorologi, klimatologi dan geofisika mohon dapat menghubungi kami untuk informasi kebenarannya,” bebernya.

Baca: BMKG: 52 Kali Gempa Terjadi Sejak Awal Januari 2021

Dengan adanya potensi cuaca ekstrem dan multi risiko bencana ini, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi warga yang tinggal di sekitar dataran tinggi, dan wilayah pantura.

“Potensi bencananya kalau wilayah dataran tinggi adalah angin puting beliung dan tanah longsor, kalau wilayah pantura waspadai banjir,” tandasnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto

Ajie MH.