in

Gubernur Minta Tracing Anggota DPRD Jateng yang Meninggal PDP Diperketat

SEMARANG (jatengtoday.com) – Anggota Komisi E DPRD Jateng, Syamsul Bahri meninggal dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di RSUD dr Moewardi, Minggu (12/7/2020) malam. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meminta tracing diperketat agar tidak menjadi klaster baru.

Sebelum dirawat di RSUD dr Moewardi, Syamsul sempat mengikuti rapat di gedung DPRD Jateng 22-25 Juni 2020 lalu. Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ini juga terjun ke 14 titik di Solo, Sukoharjo, dan Klaten untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak corona.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menjelaskan, pihaknya sudah meminta agar seluruh bagian gedung dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Selain itu, ia juga meminta anggota dewan lain melakukan tracing terhadap kontak erat dan kontak dekat almarhum selama beraktifitas di gedung berlian itu.

“Saya minta tracingnya dikejar, sehingga bisa diketahui dan dilakukan penanganan,” ucapnya, Senin (13/7/2020).

Disinggung soal penutupan kantor DPRD Jateng selama tiga hari, Ganjar mengatakan, tidak akan mengganggu aktifitas kerja di sana. Selama penutupan itu, semua kegiatan tetap berjalan normal tanpa ada gangguan. Sebab menurut dia, DPRD Jateng sudah terbiasa menggunakan elektronik.

“Dewan kita ini sudah terbiasa menggunakan medsos, menggunakan laporan yang sifatnya elektronik. Jadi cukup bisa membantu,” tandasnya. (*)

editor: ricky fitriyanto