in

GMPK Jateng: Satgas Mafia Tanah Kejati Jangan Hanya Usut Proyek Pemerintah

Harapannya ruang lingkup Satgas Mafia Tanah ini bisa diperluas.

Ketua DPW GMPK Jawa Tengah Edy Susanto. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Jawa Tengah mengapresiasi langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) yang membentuk Satgas Pemberantasan Mafia Tanah. Masyarakat kecil diharapkan juga mendapatkan jaminan keadilan yang sama.

Menurut Ketua DPW GMPK Jawa Tengah Edy Susanto, dibentuknya Satgas tersebut menunjukkan keseriusan kejaksaan dalam memberantas tindak pidana terkait sengketa tanah.

“Adanya Satgas itu jelas kejaksaan melihat banyak penyimpangan di sana, seperti jual beli tanah terkait proyek pemerintah. Kejaksaan konsen ke sana, itu bagus,” ucapnya, Kamis (6/1/2022).

Hanya saja, Edy melihat, Satgas Mafia Tanah masih spesifik menangani kasus yang berkaitan dengan pengamanan proyek-proyek pemerintah.

Padahal, praktik mafia tanah justru banyak ditemukan dan dialami masyarakat kelas bawah. Seperti mereka yang diserobot tanahnya hingga berujung muncul sertifikat ganda.

“Harapannya ruang lingkup Satgas Mafia Tanah ini bisa diperluas sehingga masyarakat kecil yang jadi korban penyerobotan tanah juga bisa mendapatkan keadilan,” kata Edy.

Sebagai informasi, Satgas Pemberantasan Mafia Tanah yang dibentuk Kejati pada akhir Desember 2021 ini sekarang sedang membongkar dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan seluas 25 hektar.

Baca Juga: Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati Jateng Bongkar Kasus di Purworejo, Taksiran Kerugian Rp23 Miliar

Pengadaan lahan di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelan, Kabupaten Purworejo tersebut terkait dengan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I) pada BUMN PT Angkasa Pura I.

Sebelumnya, Asisten Intelijen Kejati Jateng, Emilwan Ridwan mengungkapkan, dugaan kerugian pada kasus ini diperkirakan mencapai Rp23 miliar.

Pengungkapan kasus diawali dengan melakukan peninjauan lapangan ke Desa Bapangsari Purworejo pada 16 Desember 2021. Tim Pemberantasan Mafia Tanah mengklarifikasi 11 orang pihak yang terkait. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.