in

Gibran: Solo Kembali Semarakkan Imlek setelah Dua Tahun Vakum

Biasanya terpasang 5000 lampion, kali ini panitia hanya akan memasang 1000 lampion.

Ilustrasi - Warga mengenakan pakaian adat menyampaikan ucapan Tahun Baru Imlek di Jalan Gatot Subroto, Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/2/2021). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww.

SOLO (jatengtoday.com) – Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan daerah setempat kembali menyemarakkan Imlek, salah satunya dengan memasang lampion, setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19.

“Sudah disiapkan Pak Martono (Ketua Panitia Bersama Imlek 2022 Kota Solo), nggak ada Grebeg Sudiro dan lain-lain. Kami hanya ingin gereget Imlek ada,” kata dia di Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/1/2022).

Dia menjelaskan nantinya tidak akan diselenggarakan berbagai kegiatan terkait dengan perayaan itu yang sifatnya mendatangkan banyak orang.

“Hanya ada seremonial, ada liong, tidak ada ‘event’ (kegiatan) ramai yang penting ada penanda ini Imlek, nggak ada kerumunan orang,” katanya.

Ia berharap, masyarakat bisa menikmati kembali kemeriahan Imlek meskipun sederhana karena situasi masih pandemi.

“Jangan sampai Imlek yang sudah dua tahun tidak ada, ini tidak ada lagi. Itu kan semuanya harus bisa menikmati,” katanya.

Ketua Panitia Bersama Imlek 2022 Kota Solo, Sumartono Hadinoto mengatakan perayaan Imlek kali ini hanya akan diselenggarakan secara sederhana.

“Kami dari panitia Imlek terus terang belum berani karena melihat situasi saat ini. Biasanya ini dua tahun tidak ada Imlek kok ini tidak ada lagi,” katanya.

Ia mengatakan hal yang membedakan antara perayaan Imlek kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya, salah satunya panitia hanya akan memasang 1.000 lampion.

“Biasanya kami pasang hingga 5.000 lampion, biasanya mendatangkan dari China. Kalau tahun ini seadanya, mungkin nggak ada 1.000 lampion yang kami pasang, Shio juga hanya satu di balai kota,” katanya.

Nantinya juga akan ada penampilan barongsai sebagai simbol tolak bala.

“Barongsai akan main keliling jalan, terakhir akan ke balai kota untuk melaporkan, harapannya agar Solo bebas pandemi,” katanya. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *