in

Ganjar Kagumi Seni Budaya Cirebon; Jangan Hanya Dilestarikan, Tapi Harus Dikembangkan

Seni tradisional tak hanya cukup dengan dilestarikan. Menurut Ganjar, seni tradisional harus dikembangkan agar tak lekang oleh zaman.

CIREBON (jatengtoday.com) – Para penari Sintren menari indah mengikuti irama musik khas Cirebonan. Meski masih belia, namun para penari Sintren itu tampil memukau di hadapan ribuan masyarakat yang ada di GOR Ranggajati Cirebon, Sabtu (3/6/2023).

Semangat mereka semakin membuncah karena di antara ribuan penonton itu ada tamu spesial. Calon presiden koalisi PDIP dan PPP, Ganjar Pranowo hadir dalam acara silaturahmi kebudayaan bersama ribuan seniman, budayawan, ulama, tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Cirebon.

Tepuk tangan meriah mengiringi penampilan para penari Sintren usai mereka selesai manggung. Tak hanya itu, penampilan seni budaya lain yang  tak kalah menarik disuguhkan di depan Ganjar. Ada tarling, tari topeng, seni lukis dan seni budaya lainnya.

Ganjar pun sempat diajak naik ke atas panggung untuk menari topeng. Ganjar pun ikut menari, sambil memegang topeng di tangannya.

“Ini topengnya bagus sekali, dibuat dari kayu dan halus sekali. Mohon maaf saya tidak pakai topengnya. Biarlah para penari yang pakai, karena saya bukan penari. Seorang pemimpin harus menunjukkan wajah aslinya, bukan topengnya,” kata Ganjar disambut tepuk tangan meriah dari ribuan seniman serta budayawan.

Ganjar mengaku senang dengan sambutan masyarakat Cirebon. Apalagi di setiap acara yang ia datangi, selalu ada seni budaya yang ditampilkan.

“Cirebon itu basis tradisi dan budayanya sangat kuat. Ada banyak sekali, seperti Tari Topeng, Sintren, Gembyung, Genjring Rudat, Angklung Bungko dan lainnya. Jadi kalau Bung Karno bilang kita harus berkepribadian dalam kebudayaan, Cirebon menjadi salah satu penyumbang terbesarnya,” kata Ganjar.

Satu di antara sekian banyak kesenian khas Cirebon yang menurutnya sangat menarik adalah Genjring Rudat. Sebab, tradisi pencak silat yang diiringi musik rebana ini berkembang di pesantren di Cirebon. Kesenian ini menjadi penyemangat para pejuang melawan Belanda.

“Saya bayangkan kalau ada festival seni budaya di Cirebon. Akan sangat luar biasa, seni budayanya bagus, kulinernya oke, masyarakatnya ramah. Top lah,” jelasnya.

Meski begitu, seni tradisional tak hanya cukup dengan dilestarikan. Menurut Ganjar, seni tradisional harus dikembangkan agar tak lekang oleh zaman.

“Jadi ajak anak muda untuk kolaborasi. Saya bayangkan misalnya Sintren tadi dikolaborasikan dengan band modern, penampilan tari topeng dengan melibatkan kreator muda, tentu akan lebih menarik lagi,” terangnya.

“Sehingga, di setiap generasi akan muncul kreasi baru. Namun kreasi itu tetap mempertahankan tradisi dan budaya tradisional peninggalan nenek moyang,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu budayawan Cirebon, Nana Karmana mengapresiasi kepedulian Ganjar pada sektor seni budaya. Ia berharap, kepedulian Ganjar tetap dipertahankan hingga kelak ia terpilih menjadi presiden.

“Kami yakin, Pak Ganjar mampu mengangkat potensi seni budaya Indonesia khususnya Cirebon lebih baik lagi. Sebab, potensi seni budaya di Indonesia dan Cirebon ini masih banyak yang belum digarap serius,” ucapnya. (*)

Ajie MH.