in

Drama Minyak Goreng, Kapan Berakhir?

Saat ini stok minyak goreng kemasan masih tersedia banyak, terutama untuk kemasan satu liter dengan harga Rp24.000-an.

Minyak goreng kemasan kini sudah tersedia di pasaran tapi dengan harga yang tinggi. (jatengtoday.com)

STOK dan harga minyak tampaknya sedang ‘digoreng’. Saat harga minyak goreng kemasan masih murah karena disubsidi pemerintah, stok di pasaran langka. Namun, ketika subsidi dicabut dan harganya tinggi, tiba-tiba stok melimpah.

Salah satu warga Kecamatan Tugu, Kota Semarang Ismiyati (32) mengaku kaget dengan mahalnya harga terbaru minyak goreng kemasan. Dia sampai mengecek harga di beberapa swalayan untuk membandingkan.

“Sekarang stok di mana-mana banyak tapi kok harganya naik,” ucapnya, Kamis 17 Maret 2022.

Hal serupa diungkapkan Panji (24) salah satu mahasiswa yang tinggal di Semarang. Menurutnya, harga minyak goreng saat ini tidak masuk akal untuk negara dengan penghasil minyak sawit melimpah.

Baca Juga: Minyak Goreng Murah, Ilusi di Tengah Pandemi

“Terakhir beli harganya masih Rp14.000 per liter, sekarang sudah Rp24.000. Jadi bingung mau beli atau nggak,” tuturnya.

Pihak yang merasa lebih terdampak adalah penjual gorengan. Karno (25) yang setiap hari jualan gorengan di Jalan Prof Hamka Semarang mengaku harus putar otak agar tetap bisa menjalankan usahanya.

“Antisipasinya ya harganya kami naikkan, dari Rp800 menjadi Rp1.000 untuk satu buah getuk goreng atau pisang karamel,” cerita Karno.

 

Karyawan Swalayan Aneka Jaya Ngaliyan, Dwi mengatakan, saat ini stok minyak goreng kemasan masih tersedia banyak, terutama untuk kemasan satu liter dengan harga Rp24.000-an.

Sejak pemerintah resmi mencabut kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan, respons pengunjung swalayan berbeda-beda. Ada yang memaklumi, ada juga yang mengeluh karena menganggap harganya terlalu mahal.

Menurut pengamatan Dwi, banyak pengunjung yang hanya memantau harga, setelah tahu mahal akhirnya tidak jadi membeli. Jika dihitung, dalam sehari terakhir ada puluhan orang yang putar balik.

Karyawan Indomaret di Semarang Barat, Ahmad Rusli mengatakan, saat minyak goreng masih harga promo, setiap barang datang langsung diserbu. Sekarang harganya naik, yang biasa beli tidak lagi.

“Banyak yang protes. Kadang sampai marah-marah,” ungkapnya.

Sebenarnya masyarakat masih punya alternatif selain mengandalkan minyak goreng kemasan yang harganya meroket. Pemerintah masih memberi subsidi untuk minyak goreng curah.

Baca Juga: Polda Jateng Klaim Kelangkaan Minyak Goreng sudah Teratasi

Sayangnya, stok minyak goreng curah di pasaran sangat langka. Beberapa pedagang di Pasar Simongan, Semarang mengaku tidak lagi jualan minyak curah karena barangnya dari distributor tidak ada.

“Yang disubsidi (minyak goreng) curah, ternyata yang curah malah nggak muncul,” ucap salah satu pedagang, Sri (50).

Sementara, mengutip dari laman Kementerian Perdagangan RI, Mendag Muhammad Lutfi meyakini harga minyak goreng kemasan bakal kembali normal meski HET sudah dicabut. Dalam pantauannya ke sejumlah toko ritel modern di Jakarta Timur, Jumat 18 Maret 2022, Lutfi banyaknya permintaan toko yang sudah bisa dipenuhi 100 persen menjadi indikasi positif.

“Nanti, jika merek minyak gorengnya makin banyak, harganya akan menurun sesuai dengan kompetisi dan leveling dari market mereka. Kita akan kerjakan bersama-sama. Mudah-mudahan kita dapat menghasilkan harga yang lebih baik pada waktu yang tidak akan lama. Diperkirakan dalam seminggu ke depan merek-merek sudah mulai keluar dan harganya sudah bisa lebih baik,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.