in

Dipercaya Mampu Tangkal Covid-19, Produk Herbal Lokal Mulai Diminati Dunia

SEMARANG (jatengtoday.com) – Produk herbal lokal mulai diminati dunia karena dipercaya mampu meningkatkan imun tubuh dan menurunkan risiko terinfeksi Covid-19.

Peluang pasar herbal yang mulai mendunia saat pandemi Covid-19 ini langsung diambil Pemprov Jateng. Pada 2021 ini, ekspor produk herbal akan makin digenjot.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, Arif Sambodo, Kamis (21/1/2021).

Baca: Tanggapi Herbal Viral Anti Covid, BPOM: Dalam Proses Pembatalan Izin Edar

Dikatakan, wabah Covid-19 yang melanda di seluruh negara di dunia ini menjadi potensi pasar ekspor produk herbal.

Belakangan, banyak yang baru menyadari bahwa produk herbal lokal bisa dimanfaatkan sebagai salah satu penguat imun tubuh. Imun tubuh yang kuat, bisa menjadi benteng utama untuk melawan Covid-19.

“Tahun 2021, kita dorong produk (ekspor) yang sifatnya herbal,” ucapnya.

Baca: Fenomena Herbal Anti Covid, YLKI: Manajemen Penanganan Wabah Buruk

Selain itu, lanjutnya, produk herbal lokal ini bisa mengejar target ekspor Jateng tahun ini. Pasalnya, sejumlah produk eskpor yang dulu laris manis, sempat menurun karena pandemi.

Ekspor Sarang Burung Walet

Selain produk herbal lokal, Arif Sambodo mengaku juga akan menggenjot ekspor sarang burung walet.

Sarang burung walet juga menjanjikan pasar yang bagus karena dewasa ini sedang ngetren untuk olahan produk makanan dan minuman

Baca: Disperindag Jateng dan IGN Gelar Operasi Pasar di Solo, Gula Pasir Bisa Ditebus Rp 12.500 per Kilo

Secara keseluruhan, pihaknya, secara internal untuk persoalan ekspor tidak menemui kendala berarti. Kaitannya internal, pihaknya akan menekankan berbagai cara untuk terus memunculkan eksporter baru.

Seperti halnya memaksimalkan program Export Coaching Program. Program ini adalah kegiatan pembekalan ilmu tentang ekspor, wacana, serta praktik untuk pelaku usaha.

Baca: Sritex Ekspor Perdana Seragam Militer ke Filipina

Mereka juga akan dilatih untuk bisa mendatangkan pembeli (buyer). “Bisa jadi dalam pelatihan itu dia bisa ekspor,” ujarnya.

Dari program Export Coaching Program diikuti 26 orang peserta pada tahun lalu, 14 orang di antaranya bisa melakukan ekspor dengan total nilai USD 11,1 juta.

“Itu bagi IKM (Industri Kecil Menengah) kan besar totalnya. Karena yang kita latih ini yang masih kecil dan menengah,” bebernya.

Baca: Infografis: Di Balik Suap Ekspor Benur

Sedangkan untuk kendala eksternal, pihaknya membutuhkan pihak lain. Misalnya optimalisasi pelabuhan.

Seperti halnya, adanya kontainer yang datang ke pelabuhan namun tidak membawa muatan. Hal itu sama saja merugi.

“Nah ini yang sudah dirapatkan di pemerintah pusat, sebulan yang lalu. Kemungkinan akan mendatangkan kontainer. Tapi kini, kontainer ini sudah semakin membaik,” paparnya.

Baca: PPKM akan Diperpanjang sampai 8 Februari

Tahun lalu, ekspor nonmigas Jateng masih surplus USD 940 juta. Atas capaian itu, dia menilai trek Jateng sudah bagus.

Sampai saat ini, negara tujuan ekspor produk asal Jateng adalah USA, Jepang, Tiongkok, Uni Eropa di Jerman, dan negara ASEAN.

“Dengan produk unggulan Jateng meliputi tekstil, furniture, alas kaki sepatu, barang barang dari kulit,” tandasnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto

Ajie MH.