in

Diet Sampah Plastik, Pramuka Diminta Bawa Gembes

SEMARANG – Gerakan Pramuka diminta menjadi agen pelestarian lingkungan. Selain menanamkan budi pekerti, nasionalisme dan karakter, gerakan pramuka juga harus terlibat untuk menjaga bumi tetap lestari.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabida) Pramuka Jateng, Ganjar Pranowo saat menghadiri workshop Sako Sekawan Persada Nusantara DPW LDII Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (29/12/2018).

“Selain sebagai wadah membangun karakter anak bangsa, pramuka saat ini juga harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam hal pelestarian lingkungan. Contoh kongkret mari kita kurangi plastik, ayo sekarang anak pramuka bawa gembes sebagai wadah air minum untuk mengurangi sampah plastik,” jelasnya.

Selama ini, Ganjar memang sedang getol mengkampanyekan gerakan membawa gembes. Menurutnya, gerakan itu mendesak dilakukan di tengah gempuran sampah plastik yang terjadi saat ini.

“Banjir di Kota Semarang beberapa waktu lalu, itu salah satu faktornya karena menumpuknya sampah plastik. Lihat saja di sungai Banjir Kanal Timur, betapa banyak sampah plastik yang menyumbat aliran air, sehingga menyebabkan banjir,” tegasnya.

Gerakan membawa gembes juga harus digelorakan anak-anak pramuka. Mereka diminta berkampanye kepada masyarakat dan juga lingkungan sekitar untuk mengurangi penggunaan plastik.

“Selain itu juga menggerakkan masyarakat untuk menanam pohon, bersih-bersih lingkungan dan sebagainya. Pramuka harus jadi contoh masyarakat untuk memulai gerakan ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menekankan pentingnya keterlibatan pramuka dalam menangkal informasi hoaks, ujaran kebencian hingga radikalisme yang marak di media sosial.

Meskipun lanjut dia, saat ini banyak orang khususnya yang memiliki pengetahuan luas beranggapan bahwa medsos adalah sumber masalah sehingga banyak yang menjauhinya.

“Sekarang tidak bisa begitu, saat ini dunia medsos kita sadis, banyak orang membully, saling bertengkar, saling ejek hingga menimbulkan perpecahan. Pramuka harus hadir di dalamnya, menjadi pihak yang menyebarkan kebaikan, kedamaian untuk melawan hal negatif di medos itu,” tambahnya.

Untuk itu, Ganjar mengaku ingin mendirikan Saka Millenial di Jawa Tengah. Saka itu nantinya diharapkan dapat menjadi garda terdepan untuk melawan hoaks, ujaran kebencian hingga radikalisme di media sosial.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa tengah, Prof. Singgih Tri Sulistyono mengatakan, pembentukan pramuka Sako Sekawan Persada Nusantara merupakan komitmen LDII untuk ikut dalam upaya pembentukan karakter anak bangsa.

“Kami menilai gerakan pramuka sangat penting dan strategis untuk dijadikan wadah pembinaan generasi muda yang berakhlak, mandiri, berilmu dan berkomitmen. Untuk itu, LDII ingin membentuk gerakan pramuka ini,” ujarnya.

Gerakan pramuka lanjut Singgih merupakan gerakan khas Indonesia dan memiliki nilai sejarah tinggi. Gerakan ini lahir di Indinesia dari rasa nasionalisme para pahlawan terdahulu untuk menanamkan sikap patriotisme kepada generasi muda.

“Gerakan pramuka perlu dibangkitkan lagi melawan gerakan radikalisme, transnasionalisme dan upaya-upaya memecah belah bangsa,” tutupnya. (ajie mh)

Ajie MH.