in

Dianggap Belum Ideal, Pemprov akan Tambah 29 Desa Tangguh Bencana

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemprov Jateng berencana menambah 29 Desa Tangguh Bencana (Destana) sepanjang tahun 2020 ini. Destana bisa dibilang penting untuk Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBK).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto mengatakan, dengan adanya Destana, warga desa akan mampu mengenali karakter wilayah, potensi kebencanaan, dan cara penanganannya.

“Minimal warga paham akan kebencanaan, mengerti titik kumpul dan karakter wilayah dan berkoordinasi dengan unsur relawan ataupun BPBD dalam penanganan lanjutan bencana,” tuturnya, Rabu (5/2/2020).

Sejak tahun 2009 pemprov selalu menganggarkan dana untuk pembentukan Destana. Hingga 2019 lalu, sudah ada 387 Destana yang terbentuk.

Pada tahun 2020, rencananya akan dibentuk 29 desa tangguh bencana baru. Sehingga total, Destana di Jateng mencapai 416.

Meski begitu, jumlah Destana ini dirasa belum ideal, dengan total desa di Jateng yang mencapai 7.809. Sudaryanto pun mengimbau agar dalam penanggulangan, semua pihak ikut terlibat. Tidak hanya pemerintah dan masyarakat, dunia usaha pun diharapkan ikut serta.

Sebenarnya, pembentukan Destana tidak melulu lekat dengan campur tangan pemprov dan kabupaten maupun pusat.

“Pemerintah desa, dalam hal ini kepala desa bisa mengalokasikan ADD (Alokasi Dana Desa) yang berfungsi sebagai biaya operasional Desa Tangguh Bencana,” bebernya.

Dari datanya, pada 2019 jumlah kebencanaan mencapai 2.627 kejadian, dengan total rumah rusak berat 896 unit, rusak sedang 1.685 dan 8.636 rusak ringan. Jumlah korban jiwa mencapai 39 orang, dengan 199 luka-luka. Dari sisi materil, kerugian yang diakibatkan bencana mencapai Rp 86.030.205.000. (sir)

 

editor: ricky fitriyanto

Ajie MH.