in

Di Semarang, Kekerasan Terhadap Perempuan Paling Banyak di Pedurungan dan Tembalang

SEMARANG (jatengtoday.com) – Kasus kekerasan terhadap perempuan di Kota Semarang terus meningkat. Ironisnya, pelaku merupakan orang-orang terdekat korban.

Data dari Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Kota Semarang menunjukkan, peningkatan jumlah kasus terjadi dari tahun ke tahun. Pada 2014 tercatat ada 169 kasus, 2015 ada 188 kasus, 2016 ada 199 kasus, sedangkan di tahun 2017 ada 215 kasus.

Untuk tahun 2018 sendiri, meskipun belum dirilis, jumlahnya diperkirakan juga meningkat.

Pengurus PPT Seruni, Diana Mayorita mengatakan, secara umum masih ada peningkatan sekitar 20-an kasus.

“Dari jumlah kekerasan yang terdata 2017 lalu, 95 persennya merupakan jenis kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sisanya adalah jenis kekerasan seksual 3 persen, serta kriminalisasi, trafficking, dan kekerasan dalam pacaran yang masing-masing 1 persen,” katanya usai mengisi dialog publik dalam rangka Harlah Korps PMII Putri (Kopri) ke-51 di Wisma Perdamaian, Kamis (9/11/2018).

Diana menambahkan, kekerasan terhadap perempuan di Kota Semarang terbanyak ada di Kecamatan Pedurungan dan Tembalang. Yaitu sebanyak 26 dan 25 kasus. Sementara yang paling sedikit adalah Kecamatan Ngaliyan, hanya 4 kasus.

Namun, dirinya mengimbau agar sedikitnya kasus yang terdata jangan dijadikan patokan untuk menilai suatu daerah yang sudah bebas kekerasan.

“Bisa jadi yang sedikit itu karena tidak ada yang berani melapor sehingga tidak terdata,” katanya. (*)

editor : ricky fitriyanto